Herry Heryawan Ajak Ganti Papan Bunga dengan Bibit Pohon, Bagaimana Nasib Usaha Papan Bunga?

Kapolda-saat-Latpraops.jpg
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan. (Dok. Polda Riau)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kapolda Riau, Herry Heryawan, mengajak seluruh jajaran di lingkungan Kepolisian Daerah Riau untuk membangun budaya baru yang lebih bermakna dan berkelanjutan. 

Ajakan tersebut disampaikannya saat Rapat Pimpinan (Rapim) 2026 yang digelar di Mapolda Riau.

Dalam arahannya, Herry Heryawan menegaskan agar tradisi pemberian papan bunga pada momen-momen seremonial seperti kenaikan jabatan, mutasi, ulang tahun, hingga pernikahan tidak lagi dilakukan. 

Sebagai gantinya, Jenderal polisi bintang dua itu mendorong seluruh anggota untuk memberikan bibit pohon.

"Saya mengajak seluruh jajaran untuk membangun budaya baru yang lebih bermakna dan berkelanjutan. Ke depan, setiap mutasi, kenaikan jabatan, ulang tahun, maupun pernikahan, tidak perlu lagi menggunakan papan bunga. Gantilah dengan bibit pohon," tegas Herry dalam video Instagram pribadinya, Kamis, 19 Februari 2026.

Akpol 1996 itu bahkan memberikan makna simbolik khusus untuk momen pernikahan. Menurutnya, pemberian dua bibit pohon dapat menjadi lambang pertumbuhan, kehidupan, serta komitmen merawat masa depan bersama.

"Untuk pernikahan, berikan dua bibit sebagai simbol pertumbuhan, kehidupan, dan komitmen merawat masa depan bersama," ujarnya.

Kapolda menilai, papan bunga selama ini lebih bersifat simbolis dan hanya bertahan sementara. Sementara itu, bibit pohon memiliki nilai jangka panjang karena dapat ditanam, dirawat, dan memberi manfaat bagi lingkungan.


"Kebaikan harus menjadi habitus, kebiasaan yang terus diulang hingga membentuk karakter. Karakter yang mencintai lingkungan. Karakter yang sadar bahwa setiap pohon yang kita tanam adalah warisan bagi generasi mendatang," jelasnya.

Kapolda juga mengajak seluruh anggota Polri di Riau untuk memulai perubahan dari hal sederhana.

Menurutnya, transformasi budaya tidak harus dimulai dari kebijakan besar, tetapi bisa dari kebiasaan kecil yang konsisten dilakukan.

"Mari kita mulai dari hal sederhana. Dari seremoni menjadi konservasi. Dari simbol menjadi tindakan nyata,"  tambahnya.

Langkah ini dinilai sejalan dengan upaya pelestarian lingkungan dan penguatan citra Polri sebagai institusi yang adaptif terhadap isu-isu keberlanjutan. 

Dengan jumlah personel yang besar dan jaringan hingga ke tingkat desa, gerakan menanam pohon berpotensi memberikan dampak signifikan jika dijalankan secara konsisten.

Namun di sisi lain, kebijakan tersebut juga berpotensi menimbulkan dampak ekonomi, khususnya bagi pelaku usaha papan bunga yang selama ini menggantungkan omzet dari berbagai kegiatan seremonial pejabat dan institusi.

Sejumlah pengusaha papan bunga di Pekanbaru mengaku khawatir jika kebijakan ini benar-benar diterapkan secara menyeluruh dan diikuti oleh instansi lain. 

Pasalnya, momen mutasi jabatan, peresmian, hingga pernikahan pejabat menjadi salah satu sumber pendapatan utama mereka.

Meski demikian, sebagian pihak menilai kebijakan ini juga bisa membuka peluang usaha baru di bidang penyediaan bibit tanaman dan penghijauan. Jika dikelola dengan baik, pergeseran budaya ini justru dapat mendorong tumbuhnya ekonomi hijau di daerah.

Ajakan Kapolda Riau tersebut menjadi sinyal perubahan paradigma dalam memaknai sebuah penghormatan atau ucapan selamat. 

Jika sebelumnya identik dengan karangan bunga yang hanya bertahan beberapa hari, kini diharapkan berubah menjadi tanaman yang tumbuh dan memberi manfaat jangka panjang.