Afni Zulkifli Temui Sejumlah Menteri Untuk Perjuangkan PAD Siak

Afni-Zulkifli-Temui-Sejumlah-Menteri-Untuk-Perjuangkan-PAD-Siak.jpg
Bupati Kabupaten Siak Afni Zulkifli saat bertemu Gubernur Lemhannas RI Ace Hasan Syadzily. (Istimewa)

RIAU ONLINE, SIAK - Di tengah tekanan defisit anggaran dan tantangan fiskal daerah, Bupati Siak Afni Zulkifli menemui sejumlah Kementerian dan Lembaga di Jakarta. 

Dalam sehari, Afni Z bertemu berbagai petinggi negara guna memperjuangkan kepentingan dan kemaslahatan rakyat Kabupaten Siak.

“Alhamdulillah dalam sehari diberi kemudahan oleh Allah Ta'ala, bertemu dengan banyak petinggi Kementerian dan Lembaga,” ujar Afni, Jumat 13 Februari 2026.

Agenda dimulai dengan pertemuan bersama Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan Saan Mustofa. Dalam pertemuan tersebut, Afni mengaku mendapat banyak arahan dan dukungan dalam menghadapi situasi pembangunan daerah yang tidak mudah.

“Banyak sekali nasehat dan solusi yang ditawarkan untuk kemaslahatan rakyat. Ini menambah semangat kami di tengah tantangan besar yang dihadapi daerah,” katanya.

Selanjutnya, Afni diterima Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily untuk membahas penguatan pendidikan kebangsaan. 

Namun fokus utama kunjungan kali ini tertuju pada upaya membenahi sektor strategis daerah, terutama BUMD energi dan infrastruktur pelabuhan yang berdampak langsung pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dalam pertemuan dengan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, dan Dirjen Migas Laode Sulaiman, Afni memaparkan langkah pembenahan BUMD PT Bumi Siak Pusako (BSP).

Tiga agenda besar dikawal bersama pemerintah pusat. Pertama, pelaksanaan kewajiban Komitmen Kerja Pasti (KKP), termasuk eksplorasi tujuh sumur yang belum dikerjakan, survei seismik, program Enhanced Oil Recovery (EOR), serta studi GGR dengan total kebutuhan investasi mencapai 130 juta USD.


“Kami optimis terlaksana dengan arahan langsung dari Kementerian ESDM dan SKK Migas,” ujar Afni.

Kedua, rencana penggantian permanen pipa salur minyak BSP di seluruh jalur distribusi. Selama ini, pipa masih mengandalkan infrastruktur lama sejak era kolonial, yang beberapa tahun lalu sempat mengalami congeal sehingga distribusi harus menggunakan trucking berbiaya tinggi dan menekan deviden serta PAD Siak.

Afni menegaskan, penggantian pipa secara menyeluruh akan menjadi lompatan besar untuk menekan biaya produksi dan meningkatkan lifting minyak.

“Inilah warisan yang ingin kita tinggalkan untuk anak cucu Siak,” katanya.

Ketiga, percepatan Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) untuk memilih direksi definitif BSP secara profesional, transparan, dan melibatkan unsur independen termasuk dari Kementerian ESDM, SKK Migas, akademisi, dan para profesional.

Benahi Pelabuhan, Pulihkan Lapangan Kerja

Tak hanya sektor migas, Afni juga menemui Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Dirjen Perhubungan Laut Muhammad Masyhud.

Dalam pertemuan itu, dibahas kondisi Pelabuhan di Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) yang sebelumnya ambruk dan berdampak pada terhentinya operasional kapal serta hilangnya ratusan lapangan kerja warga setempat.

Afni menegaskan, direksi lama BUMD PT Samudera Siak telah diberhentikan tidak hormat dan Pemkab berkomitmen membuka lembaran baru. Menteri Perhubungan mendukung jika BUMD Siak kembali menjadi Badan Usaha Pelabuhan (BUP), namun dengan badan hukum baru.

Selain itu, Pemkab Siak juga mendapat dukungan untuk mengajukan izin Ship-to-Ship (STS) transfer sementara agar aktivitas kepelabuhanan tetap berjalan sembari menunggu pembenahan infrastruktur.

“Kami berharap para buruh lokal dapat segera kembali bekerja,” ujar Afni.

Tak kalah penting, Pemkab Siak juga mengusulkan pembangunan jembatan timbang guna mencegah kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) demi menjaga Jembatan Siak Tengku Agung Sultanah Latifah dan keselamatan transportasi, termasuk mobil angkutan anak-anak disabilitas.

Seluruh usulan tersebut mendapat respons positif dan akan ditindaklanjuti secara administratif dan teknis oleh Kementerian Perhubungan.

Langkah intensif Bupati Afni Zulkifli menemui berbagai menteri menjadi bagian dari strategi jemput bola di tengah kondisi defisit daerah.

Fokusnya, memperbaiki sektor penghasil PAD, memulihkan lapangan kerja, serta memastikan keberlanjutan pembangunan.

“Demikian sekilas berbagai ikhtiar untuk Siak. Kami terus bergerak, semangat dan optimis masa-masa sulit akan berganti dengan kebangkitan negeri,” tutup Afni.