Viral Dugaan Premanisme, Pria Flores Pukuli Warga Tapung Hulu di Depan Polisi

pemukulan4.jpg
Ilustrasi pemukulan/Shuttersock (Shutterstock)

RIAU ONLINE, KAMPAR - Aksi dugaan premanisme terjadi di Desa Senama Nenek, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Riau. Sejumlah pria yang disebut-sebut merupakan oknum satpam asal Flores diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang warga, bahkan di hadapan aparat kepolisian.

Peristiwa tersebut terekam dalam sebuah video yang kemudian viral di media sosial Facebook usai diunggah akun @emakdaster pada Kamis, 5 Februari 2026. 

Dalam rekaman yang beredar, tampak seorang pria menjadi sasaran pemukulan oleh beberapa orang. Tidak hanya menggunakan tangan kosong, sejumlah pelaku juga terlihat membawa kayu panjang dan parang. 

Situasi di lokasi kejadian tampak tegang, sementara korban terlihat tak berdaya menghadapi pengeroyokan tersebut. Ironisnya, penganiayaan itu diduga terjadi di depan aparat kepolisian. 

Video itu sontak memicu reaksi keras dari warganet yang mengecam tindakan kekerasan tersebut. Mereka mempertanyakan upaya pencegahan maupun tindakan tegas terhadap para pelaku di lokasi kejadian. 

Banyak pihak menilai tindakan tersebut sudah melampaui batas dan mencederai rasa keadilan masyarakat.


Sementara, sejumlah warganet menyayangkan aksi brutal yang dinilai sebagai bentuk premanisme dan tidak menghormati hukum maupun aparat penegak hukum. 

Warganet juga mendesak pihak berwenang untuk segera mengusut tuntas kejadian tersebut dan memberikan sanksi tegas kepada para pelaku jika terbukti bersalah.

"Kalau benar terjadi di depan aparat, ini sangat memprihatinkan. Harus ada tindakan tegas agar tidak terulang," tulis salah satu komentar netizen di unggahan tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui secara pasti terkait pemicu terjadinya insiden tersebut. Belum ada keterangan resmi terkait kronologi lengkap maupun latar belakang konflik yang berujung pada aksi kekerasan itu. 

Belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian setempat terkait video yang beredar maupun langkah hukum yang akan diambil. Identitas korban serta kondisi terkininya juga belum disampaikan secara terbuka oleh pihak kepolisian.

Namun dalam video selanjutnya, sejumlah Satpam sudah dikumpulkan oleh aparat kepolisian berpakaian preman dan akan menjalani interogasi terkait aksi penganiayaan yang dilakukan.