Viral, 2 Remaja Diduga Dibegal Tengah Malam di Jalan Kartama Pekanbaru

Ilustrasi-begal5.jpg
Ilustrasi begal (Istimewa via Liputan6.com)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kejahatan jalanan kembali menghantui warga Kota Pekanbaru. Kejahatan diduga begal terjadi di Jalan Kartama, tepatnya di dekat Simpang Handayani, Minggu, 1 Februari 2026, sekitar pukul 02.12 WIB.

Peristiwa ini menjadi perhatian publik setelah diunggah ke Instagram oleh akun @viralpekanbaru dan memunculkan gelombang keluhan terkait kondisi keamanan kota yang dinilai semakin tidak kondusif. 

Dalam keterangan yang dibagikan akun tersebut, disebutkan bahwa dua remaja yang tengah dalam perjalanan pulang dihadang oleh sekelompok orang, diduga berjumlah sekitar 11 orang.

Para pelaku disebut membawa samurai, stik bisbol, serta senjata tajam lainnya. Kedua korban dipukuli dan dibacok, sebelum akhirnya barang-barang berharga mereka dirampas, termasuk uang dan helm.

Para korban bahkan disebut dibawa paksa oleh gerombolan tersebut dari Jalan Kartama hingga ke kawasan Palas. Sepanjang perjalanan, korban kembali mengalami pemukulan dan pembacokan, menambah trauma mendalam yang mereka alami.

Unggahan tersebut langsung dibanjiri komentar warganet yang mengungkapkan kemarahan, ketakutan, hingga kekecewaan terhadap kondisi keamanan Pekanbaru saat ini.

“Memang sudah nggak aman PKU. Sepertinya harus ada patroli di setiap titik,” tulis akun @jak***, menandai sejumlah akun kepolisian.

Komentar senada datang dari @da*** yang menyebut kriminalitas di wilayah hukum Polsek Bukit Raya semakin merajalela dalam beberapa bulan terakhir, mulai dari balapan liar hingga aksi begal yang kian nekat.

Bahkan, beberapa warganet mengaku memiliki pengalaman pribadi menjadi korban kejahatan jalanan. Salah satunya menyebut kawasan Kartama sebagai daerah rawan.


"Kartama memang rawan, saya pernah pulang kerja malam dari Panam diikuti orang sampai Pahlawan, pas di Jalan Pahlawan motor saya dipepet, hampir dijambret," tulis seorang netizen, yang mengaku trauma hingga kini setiap ada kendaraan mengikuti dari belakang.

Tak sedikit komentar yang secara langsung menandai Kapolresta Pekanbaru, jajaran Polda Riau, hingga Wali Kota Pekanbaru, meminta langkah konkret dan tegas segera diambil.

"Kalau dibiarkan seperti ini, penjahat makin merajalela di Pekanbaru," tulis akun @ug***

Warganet bahkan menyuarakan kekecewaan terhadap kinerja aparat dan mempertanyakan pola penanganan kejahatan yang dinilai reaktif.

"Polisinya lagi bobo,” tulis @ni***, komentar yang mendapat banyak respons dari pengguna lain.

"Kenapa selalu bergerak setelah kejadian? Bukannya pencegahan lebih baik?” tulis akun @riz**.

Ada pula yang mengusulkan pembatasan aktivitas malam hari sebagai langkah darurat.

"Tolong bikin aturan, jangan ada kumpul lebih dari dua orang setelah tengah malam,” tulis @jen*** menandai Wali Kota Pekanbaru.

Sebagian warganet bahkan saling mengingatkan untuk waspada, khususnya jika bertemu kelompok anak muda berboncengan, mengenakan masker, atau motor tanpa pelat nomor di malam hari.

Gelombang komentar tersebut mencerminkan keresahan publik yang kian memuncak. Warga berharap aparat kepolisian meningkatkan patroli rutin, khususnya pada jam-jam rawan, serta menindak tegas pelaku kejahatan jalanan yang dinilai semakin brutal dan tak segan melukai korban.

"Jangan sampai ada korban berikutnya,” tulis @sidudunk1899.

Sementara itu, Dirreskrimum Polda Riau Kombes Pol M Hasyim Risahondua, menyatakan akan menyelidiki dugaan begal tersebut.

"Oke, kita selidiki dan gas kalau memang ada," tutup Mantan Kabid TIK Polda Riau itu, Minggu, 1 Februari 2026.