Keluarga Bantah Isu Perselingkuhan dan Penelantaran Anak oleh Oknum ASN Pekanbaru

Ilustrasi-selingkuh-3.jpg
Ilustrasi (Istimewa)

RIAU ONLINE, PEKANBARU — Pemberitaan terkait dugaan perselingkuhan serta penelantaran anak dan istri oleh oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru berinisial RR mendapat tanggapan dari pihak keluarga.

Keluarga RR memberikan klarifikasi dan membantah sejumlah tuduhan yang sebelumnya beredar di ruang publik.

Sebelumnya, RR diberitakan diduga menjalin hubungan dengan perempuan lain dan tidak menafkahi anak serta istrinya. Isu tersebut pun menjadi perhatian publik dan memicu beragam respons.

Menanggapi hal itu, kakak kandung RR, Eva Febriani, didampingi Mardiyah, menyampaikan klarifikasi bahwa informasi yang berkembang tidak sepenuhnya sesuai dengan fakta yang sebenarnya.

Ia menegaskan hubungan rumah tangga RR dan mantan istrinya, RM yang baru saja dilantik menjadi PPPK di Puskesmas Rejosari telah berakhir sejak Maret 2025 secara agama dan saat ini tengah berproses untuk disahkan melalui gugatan di Pengadilan Agama.


“RR dan mantan istrinya sudah bercerai secara agama sejak Maret 2025. Jadi tuduhan perselingkuhan yang dialamatkan kepada adik kami tidak benar,” ujar Eva Febriani, Sabtu, 31 Januari 2026.

Eva juga meluruskan terkait foto yang beredar di media sosial yang memperlihatkan RR bersama seorang perempuan. Ia menegaskan bahwa perempuan tersebut bukanlah selingkuhan, melainkan rekan atau teman RR.

“Wanita yang ada di foto itu hanya temannya. Tidak ada hubungan seperti yang dituduhkan,” jelas Eva.

Terkait tudingan penelantaran anak dan tidak adanya pemberian nafkah, pihak keluarga juga membantah keras. Mardiyah menegaskan bahwa RR tetap menjalankan kewajibannya sebagai seorang ayah, meski telah berpisah tempat tinggal dengan RM.

“Nafkah anak tetap diberikan, baik berupa uang tunai maupun kebutuhan bayi. Bahkan ketika anaknya sakit, kami sekeluarga datang ke rumah sakit untuk memberikan perhatian. Saat itu terlihat jelas adik kami sangat dekat dengan anaknya,” ungkap Mardiyah.

Pihak keluarga berharap klarifikasi ini dapat menjadi penyeimbang atas pemberitaan sebelumnya, sekaligus mencegah berkembangnya opini publik yang dinilai merugikan nama baik RR.

“Kami berharap fakta disampaikan secara utuh dan berimbang agar tidak ada pihak yang dirugikan,” pungkas Mardiyah.