RIAU ONLINE, PEKANBARU - Maraknya aksi kejahatan jalanan seperti jambret dan begal di Kota Pekanbaru menimbulkan kekhawatiran di masyarakat, terutama para pelaku usaha kecil di ruang publik.
Citra, seorang penjual dimsum di Jalan Arifin Achmad, mengaku cemas dengan kondisi keamanan saat ini. Ia menilai, meningkatnya kasus kejahatan jalanan membuat para pedagang maupun pembeli tidak nyaman, terutama saat beraktivitas pada jam-jam tertentu.
“Saya cukup khawatir, apalagi kalau berjualan sampai malam. Kejahatan jalanan seperti jambret dan begal sering terdengar terjadi di Pekanbaru,” ujar Citra, Rabu, 28 Januari 2026.
Ia berharap pihak kepolisian dapat lebih gencar melakukan patroli, khususnya di lokasi-lokasi yang dinilai rawan terjadinya aksi kejahatan jalanan. Menurutnya, kehadiran aparat keamanan di lapangan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat dan pelaku usaha.
“Saya berharap polisi lebih sering patroli, terutama di jalan-jalan besar dan titik yang rawan,” tambahnya.
Kekhawatiran serupa juga dirasakan warga lainnya. Wulan, seorang perempuan yang kerap beraktivitas di luar rumah, mengaku kini lebih berhati-hati saat bepergian. Ia bahkan memilih untuk tidak mengenakan perhiasan karena takut menjadi sasaran pelaku kejahatan.
“Sekarang saya takut pakai perhiasan kalau keluar rumah. Takut jadi korban jambret,” ungkap Wulan.
Masyarakat berharap upaya pencegahan dan pengamanan terus ditingkatkan agar situasi keamanan di Kota Pekanbaru tetap kondusif dan aktivitas warga dapat berjalan dengan aman.

