247 Kasus Kebakaran Terjadi di Pekanbaru Sepanjang 2025

Kebakaran-di-SM-AMin-kamis.jpg
7 kios di Jalan SM Amin, Pekanbaru, terbakar, pada Kamis, 13 November 2025, sekitar pukul 06.12 WIB. (RAHMADI DWI PUTRA/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU — Data Dinas Pemadaman dan Penyelamatan Kota Pekanbaru mencatat angka kebakaran yang cukup tinggi sepanjang tahun 2025. Selama periode tersebut, tercatat 247 kasus kebakaran yang mengakibatkan tujuh orang meninggal dunia dan sedikitnya 30 orang mengalami luka-luka.

Rincian kejadian kebakaran tersebar hampir di seluruh bulan sepanjang tahun. Pada Januari 2025 tercatat 14 kasus, Februari 15 kasus, serta Maret dan April masing-masing 14 kasus.

Angka kebakaran meningkat pada Mei dan Juni dengan masing-masing 16 kasus, lalu melonjak signifikan pada Juli mencapai 31 kasus.

Tren tinggi berlanjut pada Agustus dengan 29 kasus, September 17 kasus, dan kembali meningkat pada Oktober menjadi 31 kasus. Sementara itu, November tercatat 27 kasus dan Desember 23 kasus kebakaran.

Memasuki awal tahun 2026, angka kebakaran masih menunjukkan tren mengkhawatirkan. Sepanjang Januari 2026 saja, telah terjadi 28 kejadian kebakaran rumah, yang menyebabkan dua orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka bakar.


Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, menyebut suhu udara yang cukup tinggi serta kondisi instalasi listrik yang sudah tua menjadi salah satu penyebab utama terjadinya kebakaran di Kota Bertuah.

“Memasuki akhir Januari ini kita mulai masuk musim panas. Banyak kejadian kebakaran dipicu oleh suhu panas yang cukup tinggi dan jaringan listrik yang sudah tua. Akibatnya sering terjadi arus pendek,” ujar Markarius, Rabu 28 Januari 2026.

Ia menegaskan, persoalan instalasi listrik rumah warga harus menjadi perhatian serius guna mencegah risiko kebakaran yang lebih besar. Pemerintah Kota Pekanbaru mengimbau masyarakat, khususnya pemilik rumah berusia di atas 20 tahun, agar segera melakukan peremajaan instalasi listrik.

“Kami mengimbau masyarakat, terutama yang rumahnya sudah berumur lebih dari 20 tahun, agar segera mengganti jaringan instalasi listriknya. Jangan menunggu sampai terjadi korsleting,” tegasnya.

Ke depan, Pemerintah Kota Pekanbaru juga berencana menjalin kerja sama dengan PT PLN (Persero) untuk membantu masyarakat, khususnya warga kurang mampu, dalam melakukan peremajaan instalasi listrik rumah sebagai langkah pencegahan kebakaran.

Langkah tersebut diharapkan mampu menekan angka kebakaran sekaligus meningkatkan keselamatan dan keamanan masyarakat di Kota Pekanbaru.