RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Provinsi Riau, menjelang berakhirnya musim hujan di awal tahun 2026 ini. Kepala BPBD dan Damkar Provinsi Riau, Edy Afrizal mengatakan, karhutla terjadi di Kabupaten Kepulauan Meranti, Bengkalis, dan Kampar, dalam sepekan terakhir.
"Luas lahan yang terbakar sekitar 1 hektare. Tetapi, semua titik api dilaporkan sudah berhasil dipadamkan oleh petugas gabungan. Baik di Kampar, Bengkalis dan Meranti," ujarnya, Senin, 26 Januari 2026.
Sementara itu, Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kota Pekanbaru, Alfa Nataris mengatakan setidaknya ada 57 hotspot atau titik panas yang terpantau di Riau hari ini.
"57 titik panas terpantau di Riau di Kabupaten Bengkalis 6 titik, Kepulauan Meranti 1 titik, Rokan Hulu 6 titik, Indragiri Hilir 19 titik, dan Kampar 3 titik. Kemudian Kabupaten Pelalawan 18 titik, dan Kota Dumai 4 titik," jelasnya.
Lonjakan jumlah hotspot ini tidak hanya terjadi di Provinsi Riau, melainkan juga di provinsi lain di Sumatera. BMKG mencatat sebanyak 580 titik panas terpantau di wilayah Pulau Sumatera.
"Selain Riau dengan 57 titik panas, ada juga di Aceh dengan 161 titik, Bengkulu 35 titik, Jambi 18 titik, Lampung 95 titik, Sumatera Barat 94 titik. Kemudian Sumatera Selatan 33 titik, Sumatera Utara 74 titik, dan Kepulauan Bangka Belitung 13 titik," pungkasnya.

