RIAU ONLINE, SIAK – Dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Telaga Sam-sam, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, hingga kini masih ditutup pasca insiden keracunan yang menimpa ratusan siswa penerima manfaat.
Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan belum ada izin operasional yang diterbitkan untuk membuka kembali dapur tersebut.
Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Siak, Lisa Wahari, membantah kabar yang menyebutkan dapur MBG Telaga Sam-sam akan kembali beroperasi pada Senin mendatang. Menurutnya, informasi tersebut tidak benar dan menyesatkan.
“Tidak benar ada rencana buka Senin besok. Sampai hari ini belum ada surat izin yang menyatakan dapur itu boleh beroperasi kembali,” tegas Lisa, Minggu 25 Januari 2026.
Lisa menegaskan, sanksi penutupan sementara yang dijatuhkan BGN masih berlaku dan belum dicabut. Penutupan akan tetap dilakukan hingga seluruh standar operasional dipenuhi dan izin resmi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Siak diterbitkan.
“Dapurnya masih ditutup sementara. Tidak ada toleransi. Selama standar belum dipenuhi dan izin dari Dinkes belum keluar, dapur tidak boleh beroperasi,” ujarnya.
BGN, lanjut Lisa, juga tidak menetapkan batas waktu pembukaan kembali dapur MBG Telaga Sam-sam. Seluruh proses sepenuhnya bergantung pada hasil pemeriksaan Dinas Kesehatan serta pemenuhan persyaratan yang wajib dilakukan pengelola dapur.
“Syarat utama adalah izin operasional dari Dinas Kesehatan. Selama itu belum ada, jangan bicara soal pembukaan,” katanya.
Hingga saat ini, pemeriksaan masih terus berlangsung. Dinas Kesehatan Kabupaten Siak masih melakukan pengambilan dan pemeriksaan sampel makanan terkait dugaan keracunan MBG tersebut.
Lisa menambahkan, mesk sebelumnya dapur SPPG Telaga Sam-sam telah mengantongi Surat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), dokumen tersebut tidak serta-merta berlaku setelah terjadinya insiden keracunan.
“Kalau sudah ada kejadian seperti ini, maka dilakukan pemeriksaan ulang secara menyeluruh. Ini bukan pemeriksaan biasa,” tegasnya.
Insiden keracunan MBG terjadi di Kecamatan Kandis dan terungkap setelah SMKN 1 Kandis melaporkan puluhan siswanya mengalami muntah dan diare pada Selasa 13 Januari 2026, sekitar pukul 09.20 WIB lalu.
Data sementara mencatat dari 173 penerima manfaat, sebanyak 115 siswa terdampak. Sebanyak 20 siswa sempat mendapat intensif, sementara 3 siswa harus menjalani rawat inap hingga tiga hari di klinik sekitar Kecamatan Kandis.
Berdasarkan laporan resmi BGN, sebanyak 21 siswa sempat mendapatkan tindakan infus, sedangkan lainnya hanya diberikan obat-obatan. Seluruh biaya pengobatan ditanggung oleh mitra dan yayasan pengelola dapur MBG.
Dari hasil kronologi BGN, diketahui dalam proses memasak ditemukan bumbu pelengkap yang sudah tidak layak. Ahli gizi telah menginstruksikan agar bumbu tersebut tidak digunakan dan diganti dengan yang baru.
Namun, pada proses masak untuk distribusi siang, bumbu tersebut justru tetap digunakan oleh tim masak dengan alasan dicampur baking powder agar tidak terasa asam. Masakan itulah yang kemudian didistribusikan ke sejumlah sekolah, termasuk SMKN 1 Kandis.
Hingga berita ini diterbitkan, dapur MBG SPPG Telaga Sam-sam Kandis masih ditutup dan belum diperbolehkan melakukan distribusi makanan dalam bentuk apa pun.

