RIAU ONLINE, PEKANBARU – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekanbaru bersama Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru sepakat menghentikan praktik penjualan seragam sekolah di lingkungan satuan pendidikan.
Kebijakan ini diambil menyusul banyaknya keluhan dari orang tua siswa terkait mahalnya harga seragam khusus yang selama ini dijual di sekolah.
Kesepakatan tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru, Tekad Indra Pradana Abidin, usai rapat kerja bersama Disdik Pekanbaru, Selasa 20 Januari 2026.
Menurut Tekad, seragam khusus seperti baju batik, baju melayu, dan baju olahraga, kerap menjadi polemik karena dijual langsung di sekolah dengan harga yang dinilai tidak wajar dan memberatkan orang tua siswa.
“Yang pertama sudah kita pastikan, tidak boleh ada lagi jual beli seragam di sekolah. Ini sudah menjadi komitmen Dinas Pendidikan dan kami di Komisi III mendukung penuh kebijakan tersebut,” tegas Tekad.
Sebagai langkah lanjutan, Disdik Pekanbaru akan menyusun dan menetapkan standarisasi seragam khusus sekolah. Standar tersebut mencakup desain baju batik, baju melayu, hingga baju olahraga yang berlaku seragam di seluruh sekolah.
“Dengan adanya standar ini, seragam bisa diproduksi oleh UMKM di mana saja. Baik di Pasar Pusat, Pasar Kodim, maupun penjahit lainnya, asalkan sesuai dengan standar yang ditetapkan Disdik,” jelasnya.
Politisi PDI Perjuangan ini menilai kebijakan tersebut sebagai langkah positif untuk mengakhiri polemik tahunan terkait seragam sekolah, sekaligus membuka peluang bagi pelaku UMKM lokal untuk ikut berpartisipasi.
Dengan kebijakan ini, orang tua siswa tidak lagi terikat untuk membeli seragam di satu tempat tertentu, karena desain dan modelnya sudah distandarkan.
“Orang tua jadi bebas membeli seragam di mana pun dengan harga yang lebih terjangkau, tidak harus di satu penjahit tertentu,” ujarnya.
Selain membahas persoalan seragam, Komisi III DPRD Pekanbaru juga mendorong peningkatan bantuan perlengkapan sekolah bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
Pada 2026, Disdik Pekanbaru merencanakan penyaluran bantuan kepada sekitar 1.700 siswa sekolah dasar (SD) dan 1.700 siswa sekolah menengah pertama (SMP).
“Bantuan ini diperuntukkan bagi siswa baru. Mereka akan mendapatkan paket perlengkapan sekolah berupa seragam, buku, dan tas,” pungkas Tekad.

