Di Antara Rindu dan Doa, Dua Anak Ipda Angga Mufajar Mencari Jejak Sang Ayah yang Hilang

Ipda-mufajar-dan-keluarga.jpg
Foto Ipda Angga Mufajar Ritonga dan keluarga. (Istimewa)

RIAU ONLINE, SUMBAR - Rindu yang terpendam akhirnya membawa dua anak Ipda Angga Mufajar Ritonga melangkahkan kaki ke Kota Padang Panjang. Ipda Angga Mufajar Ritonga merupakan personel Polda Riau yang turut menjadi satu di antara korban hilang dalam bencana yang menerjang Sumatera Barat.

Di kota sejuk itu, keduanya menjumpai seorang Bhabinkamtibmas yang merupakan sahabat dekat sang ayah, Bripka Riand Rajo Alam. 

Pertemuan itu menjadi momen haru, sarat doa dan harapan akan kabar orang tercinta yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Dengan mata berkaca-kaca, anak-anak Ipda Angga seolah ingin menyampaikan pesan sederhana namun penuh makna, bahwa ayah mereka masih dicari, masih dinanti, dan belum pernah dilupakan.

Kehadiran mereka menjadi simbol betapa kuatnya ikatan darah dan rindu yang tak pernah luntur oleh waktu.

"Bang Angga, lihatlah, anak-anakmu sudah mencarimu hingga ke Padang Panjang," demikian lirih ungkapan yang terucap penuh emosi dari pihak keluarga dikutip RIAU ONLINE dari Facebook milik akun Queennsy Erinda, Senin, 12 Januari 2026.

Rindu yang lama terpendam kini berubah menjadi doa yang terus dilangitkan. Berharap suatu hari Tuhan membuka tabir tentang keberadaan Ipda Angga Mufajar Ritonga.

Istri Ipda Angga bersama anak-anaknya hingga kini masih menahan sakit karena rindu yang tak kunjung terobati. Penantian panjang itu menjadi ujian berat bagi keluarga kecil tersebut. 

Namun di balik kesedihan, keyakinan yang tak pernah surut. Mereka percaya, tidak ada yang mustahil bagi Sang Maha Kuasa. Doa terus dipanjatkan, harapan terus dijaga. Keluarga meyakini bahwa mukjizat bisa datang kapan saja, dengan cara yang tak pernah disangka manusia. 

"Terlalu lama keluarga menunggu agar ia kembali pulang," ungkap salah seorang kerabat dengan suara bergetar.


Sebagai bentuk doa dan keikhlasan, keluarga turut mengirimkan Al-Fatihah untuk Ipda Angga Mufajar Ritonga, sembari berharap suatu hari kabar baik akan datang. 

Di tengah ketidakpastian, mereka memilih untuk tetap percaya bahwa harapan selalu ada selama doa terus dilangitkan.

Bencana banjir bandang yang melanda kawasan Jembatan Kembar, Kelurahan Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang, pada Kamis 27 November 2025 sekitar pukul 11.30 WIB, menelan korban dari jajaran Polda Riau. 

Dua personel yang tengah menjalankan tugas penyelidikan dan penyidikan di Lapas Padang dilaporkan terdampak dalam kejadian tragis tersebut.

Kepala Bidang Humas Polda Riau, Kombes Pol Anom Karibianto, mengungkapkan bahwa kedua personel tersebut adalah Brigadir Tri Irwansyah dan Ipda Angga Mufajar. 

Mereka berangkat dari Riau menuju Padang pada Rabu, 26 November 2025 untuk menjalankan tugas kedinasan.

"Benar, dua orang anggota kami sedang melaksanakan tugas penyelidikan dan penyidikan tindak pidana dengan agenda pemeriksaan saksi di Lapas Padang. Keduanya berangkat pada Rabu, 26 November 2025," ujar Kombes Pol Anom Karibianto, Sabtu, 29 November 2025.

Namun nasib malang menimpa mereka ketika banjir bandang tiba-tiba menerjang aliran sungai di bawah Jembatan Kembar dan membawa material air, kayu, serta lumpur dalam volume besar.

Dalam proses pencarian yang dilakukan tim gabungan, Brigadir Tri Irwansyah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

"Brigadir Tri Irwansyah telah terkonfirmasi meninggal dunia. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Jasad almarhum kini berada di RS Bhayangkara Padang," terang Anom.

Sementara itu, Ipda Angga Mufajar hingga kini masih dalam pencarian. "Ipda Angga Mufajar belum ditemukan. Tim masih terus melakukan pencarian di lokasi banjir bandang. Mohon doa dari masyarakat agar beliau segera ditemukan," terang Anom Karibianto.

Di lokasi kejadian, petugas menemukan satu unit mobil minibus hitam Toyota dengan nomor polisi BM 1370 AAJ yang diduga digunakan oleh kedua korban. 

Kendaraan tersebut ditemukan dalam kondisi tertimbun lumpur dan tumpukan material kayu tidak jauh dari area Jembatan Kembar. Banjir bandang yang terjadi diduga akibat luapan deras aliran sungai setelah hujan intens di kawasan perbukitan, membawa material besar dan menghantam area sekitar.

Polda Riau menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya personel terbaik dan memastikan terus mengawal proses pencarian serta penanganan korban.

"Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas gugurnya Brigadir Tri Irwansyah. Kami juga terus berupaya maksimal melakukan pencarian Ipda Angga," tutup Kombes Pol Anom.