Kebakaran di Kantor Bupati Inhil Sebabkan Kerugian Rp100 Juta

Kantor-Bupati-Inhil-Terbakar-Selasa-Malam-Warga-Penasaran-Padati-Lokasi.jpg
Gedung Kantor Bupati Indragiri Hilir (Inhil) di Jalan Akasia, Tembilahan, Riau, dilaporkan terbakar pada Selasa malam, 6 Januari 2026 sekitar pukul 22.00 WIB. (Istimewa)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kebakaran yang menghanguskan menghanguskan ruang Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Sekretariat Daerah di Kantor Kabupaten Bupati Indragiri Hilir (Inhil) pada Selasa, 6 Januari 2026, menyebabkan kerugian ratusan juta rupiah.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Inhil, Junaidy Ismail, menyebutkan kerugian materiil akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai Rp100 juta.

Junaidy memastikan tidak ada korban jiwa tersebut. Sementara itu dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh percikan api akibat korsleting arus pendek pada instalasi listrik di ruang kesra.

"Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penyebab pasti kebakaran,” kata Junaidy dalam keterangan diterima di Pekanbaru, Rabu, 7 Januari 2026.

Junaidy mengungkap kebakaran di Gedung Kantor Bupati, Jalan Akasia No 1, Kecamatan Tembilahan itu pertama kali diketahui oleh Nurmadi.


Dia yang bertugas menjaga pintu masuk, sekitar pukul 22.10 WIB sedang berpatroli dan tiba-tiba melihat kepulan asap.

Setelah menerima laporan sekitar pukul 22.11 WIB, tim pemadam kebakaran Kabupaten Indragiri Hilir langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemadaman. Akan tetapi, setibanya di lokasi, tim pemadam mengalami kesulitan, karena ruang kesra diselimuti asap tebal.

“Sekitar 10 menit melakukan penyisiran, akhirnya sumber api diketahui dan langsung dilakukan pemadaman,” ujar Junaidy.

Proses pemadaman, lanjutnya, melibatkan personel gabungan dari Damkar Inhil, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, TNI, Polri, Satuan Polisi Pamong Praja, Padupai, serta PSMTI Inhil.

“Api berhasil dipadamkan sekitar satu jam setelah tim gabungan melakukan pemadaman,” ujar Junaidy.(ANTARA)