Sepanjang 2025, 72 Warga Riau Resmi Jadi Mualaf di Masjid Raya An Nur

Ketua-Mualaf-Center-An-Nur-Pekanbaru-Rubianto.jpg
Ketua Mualaf Center An Nur Pekanbaru, Ir Rubianto, membimbing jemaah bersyahadat di Masjid Raya An Nur Pekanbaru. (DEFRI CANDRA/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Sepanjang tahun 2025, jumlah masyarakat yang memutuskan memeluk agama Islam di Provinsi Riau tercatat sebanyak 72 orang. Data tersebut dirilis oleh Mualaf Center Masjid Raya An Nur Provinsi Riau sebagai bagian dari evaluasi dan refleksi akhir tahun kegiatan pembinaan mualaf.

Dari total 72 mualaf tersebut, 39 orang berjenis kelamin laki-laki dan 33 orang perempuan. Meski menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap Islam masih cukup tinggi, angka ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 90 orang mualaf.

Ketua Mualaf Center An Nur Provinsi Riau, Rubianto, mengatakan penurunan jumlah mualaf pada tahun ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari dinamika sosial hingga kondisi ekonomi masyarakat.

"Total mualaf sepanjang tahun 2025 ini sebanyak 72 orang. Jumlah tersebut memang menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 90-an orang".

"Namun bagi kami, yang terpenting bukan sekadar angka, melainkan bagaimana para mualaf ini benar-benar mendapatkan pembinaan yang berkelanjutan," ujar Rubianto, Rabu, 31 Desember 2025.

Lebih lanjut, Rubianto menjelaskan bahwa seluruh mualaf yang telah mengucapkan dua kalimat syahadat akan mendapatkan pendampingan secara intensif melalui program pembinaan rutin yang dilaksanakan di Masjid Raya An Nur Provinsi Riau.


Pembinaan tersebut dijadwalkan setiap hari Sabtu dan Minggu, mulai pukul 16.00 hingga 17.30 WIB, dan terbuka bagi seluruh mualaf baru maupun lama yang ingin memperdalam pemahaman keislaman.

"Kami membina para mualaf secara bertahap dan berkesinambungan. Pembinaan dilakukan setiap akhir pekan agar tidak mengganggu aktivitas mereka sehari-hari," jelasnya.

Dalam program pembinaan ini, para mualaf dibekali berbagai materi dasar keislaman, mulai dari Aqidah, Akhlaq, Fiqh, hingga materi pendukung lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan dan latar belakang peserta.

Tidak hanya sebatas teori, Mualaf Center An Nur juga menekankan pentingnya praktik ibadah dalam kehidupan sehari-hari. Para mualaf dibimbing secara langsung agar mampu melaksanakan ibadah dengan benar dan penuh keyakinan.

Sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moril, setiap mualaf juga menerima bingkisan berupa perlengkapan salat lengkap, seperti mukena atau sarung, sajadah, serta Al-Qur’an.

"Bingkisan ini memang sederhana, tetapi kami berharap dapat menjadi penyemangat sekaligus bekal awal bagi para mualaf dalam menjalankan ibadah," tambah Rubianto.

Rubianto menegaskan, Mualaf Center An Nur tidak hanya berperan dalam proses pengislaman, tetapi juga berkomitmen untuk terus mendampingi para mualaf agar tetap istiqamah dan merasa diterima sebagai bagian dari umat.

"Tantangan terbesar mualaf justru datang setelah mereka masuk Islam. Karena itu, kami berupaya menghadirkan pembinaan yang ramah, inklusif, dan penuh empati," pungkasnya.