RIAU ONLINE, PEKANBARU - Sebuah video viral yang memperlihatkan keributan antara sejumlah pria yang disebut-sebut sebagai debt collector dengan seorang pengacara viral di media sosial Instagram.
Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Jalan Arifin Ahmad, Kota Pekanbaru dan kini tengah ditangani oleh pihak kepolisian. Saat ditanya tentang adanya pria Bersenpi, Kasatreskrim Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah tidak mau berkomentar.
Insiden itu diketahui berlangsung pada Selasa, 23 Desember 2025, sekitar pukul 18.30 WIB, tepatnya di sebuah cucian mobil, Jalan Arifin Ahmad, Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru. Adapun pihak-pihak yang terlibat dalam kejadian tersebut yakni G dan SW.
Keributan dipicu oleh persoalan hutang piutang terkait sisa pembayaran uang muka (DP) pembuatan bak karoseri satu unit mobil Mitsubishi Canter warna kuning F 74 HD senilai Rp20.700.000.
Berdasarkan Rilis Polresta Pekanbaru, kejadian bermula saat G meminta sisa pembayaran DP pembuatan bak karoseri kepada SW. Keduanya kemudian sepakat untuk bertemu di Jalan Arifin Ahmad.
Satu unit mobil Mitsubishi Canter warna kuning F 74 HD diketahui dibawa oleh sopir SW dari bengkel servis PT Pekanbaru Berlian Motor menuju Cucian Mobil atas perintah G. Menurut keterangan G, sebelumnya ia telah menghubungi SW untuk menyelesaikan persoalan pembayaran tersebut.
Setibanya di lokasi, G meminta kunci mobil dump truck tersebut dari sopir SW. Sekitar satu jam kemudian, saat G sedang duduk di kantin, ia didatangi kurang lebih 15 orang yang mengaku sebagai pihak dari SW.
Kelompok tersebut mempertanyakan tindakan G yang menahan kunci kendaraan dan membawa mobil ke lokasi tersebut. Mereka menilai jika ada persoalan tunggakan atau permasalahan leasing, seharusnya kendaraan dibawa ke gudang leasing terkait, bukan ke Jalan Arifin Ahmad.
Situasi memanas ketika pihak SW meminta agar kunci mobil dikembalikan. Salah satu dari mereka bahkan mengambil tas milik G yang berada di atas meja dengan maksud mencari kunci kendaraan tersebut.
Namun G menolak menyerahkannya, hingga akhirnya terjadi cekcok mulut dan aksi dorong-dorongan, yang kemudian direkam dan viral di media sosial.
Dari hasil pendalaman sementara, polisi menyimpulkan bahwa kejadian ini dipicu oleh dua faktor utama, yakni, adanya sengketa hutang piutang antara G dan SW terkait sisa pembayaran DP pembuatan bak karoseri senilai Rp20,7 juta. Penahanan kunci kendaraan oleh G tanpa seizin pemilik kendaraan, yang memicu reaksi dari pihak SW.
Menanggapi viralnya video tersebut, AKP Anggi Rian Diansyah menyatakan bahwa pihak kepolisian telah melakukan langkah-langkah awal penyelidikan.
"Saat ini Satreskrim Polresta Pekanbaru sedang melakukan klarifikasi terhadap para pihak yang terlibat," ujar AKP Anggi Rian Diansyah, Kamis, 25 Desember 2025.
Anggi menjelaskan, hingga saat ini empat orang telah dimintai keterangan guna mengetahui secara utuh kronologi serta peran masing-masing pihak dalam insiden tersebut.
"Sejauh ini sudah empat orang yang kami mintai keterangan," pungkasnya.

