Marak Kejahatan di Pekanbaru, Jawaban “Siap Monitor” Polda Riau Tuai Kritikan Warganet

kafe-diserang-geng-motor.jpg
Kafe di Marpoyan Damai, Pekanbaru, diserang kelompok diduga geng motor. (Tangkapan layar/Istimewa)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Maraknya aksi kejahatan jalanan seperti penjambretan, begal, pencurian kendaraan bermotor (curanmor), hingga ulah diduga geng motor memicu keresahan warga Kota Pekanbaru. 

Dalam beberapa hari terakhir, berbagai peristiwa kriminal tersebut viral di media sosial dan menuai beragam reaksi publik, termasuk kritik tajam terhadap aparat penegak hukum.

Terbaru, seorang warga menjadi korban penjambretan telepon genggam saat hendak menunaikan ibadah ke masjid, Jalan Purwodadi, Selasa, 23 Desember 2025, sekitar pukul 20.00 WIB.

Berdasarkan informasi yang dibagikan warga di media sosial, korban saat itu mengendarai sepeda motor menuju masjid. Namun di tengah perjalanan, korban menerima panggilan telepon dan berhenti sejenak untuk mengecek ponselnya. 

Tiba-tiba, dua orang pelaku yang mengendarai sepeda motor Yamaha N-Max atau Aerox berwarna hitam tanpa nomor polisi mendekat dan merampas ponsel korban.

"Korban berhenti sebentar karena ada telepon masuk. Saat itulah pelaku langsung menjambret HP dan kabur dengan kecepatan tinggi,” tulis salah satu unggahan di akun media sosial @viralpekanbaru.

Peristiwa tersebut sontak menyedot perhatian warganet dan menyoroti keamanan di Kota Pekanbaru yang dinilai semakin mengkhawatirkan, terutama menjelang Natal dan akhir tahun.


Unggahan warga itu kemudian mendapat tanggapan dari akun resmi Bidhumas Polda Riau. Dalam kolom komentar, akun Bidhumas Polda Riau menuliskan, “Siap monitor min.”

Namun, respons tersebut justru menuai kritik dan kekecewaan dari sejumlah warganet. Banyak warga menilai jawaban itu terkesan normatif dan belum menunjukkan langkah konkret dalam menekan angka kriminalitas.

“Monitor terus Pak,” tulis akun Rh**** 

“Ayo tunjukkan aksi, bukan cuma monitor,” timpal akun dskap***.

“Tidak ada habisnya berita maling dan copet beberapa hari ini,” tulis seorang warganet lainnya.

Dalam sepekan terakhir, terhitung sejak 19 hingga 23 Desember 2025, berbagai aksi kejahatan di Pekanbaru silih berganti terjadi. Fenomena ini membuat sebagian masyarakat mempertanyakan keseriusan aparat kepolisian dalam melakukan langkah preventif. 

Warga mengaku belum melihat adanya langkah tegas dan masif seperti patroli malam intensif atau razia rutin yang dapat memberikan rasa aman, khususnya di jam-jam rawan.

“Aksi begal, jambret, dan geng motor sekarang seperti sudah jadi pemandangan biasa. Tapi yang kami tunggu itu tindakan nyata, patroli rutin, razia, dan penindakan tegas," ujar seorang warga, Atin.

Maraknya kejahatan ini juga memicu kekhawatiran masyarakat dalam beraktivitas, terutama saat malam hari. Warga berharap aparat kepolisian tidak hanya memantau laporan di media sosial, tetapi juga turun langsung ke lapangan untuk memberikan rasa aman.

Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, publik berharap Polda Riau dan jajaran Polresta Pekanbaru segera mengambil langkah konkret agar situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kota Pekanbaru dapat kembali kondusif.