RIAU ONLINE, BENGKALIS - Viral di media sosial peristiwa kericuhan tentang pengelolaan kebun sawit terjadi di areal perkebunan kelapa sawit eks PT SIS seluas sekitar 700 hektare.
Tampak sejumlah pemuda saling baku hantam dengan benda tumpul (kayu-red) dan saling serang.
Dalam video berdurasi 1 menit 7 detik juga tampak aparat kepolisian dan TNI berjaga bahkan ikut melerai aksi kerusuhan tersebut, namun tak berdampak sama sekali.
Diketahui dua orang pekerja di PT Palma Agung Betuah (PAB) menjadi korban dan mengalami luka berat usai ricuh dengan kelompok yang diduga eks karyawan PT Sinar Inti Sawit (SIS), Senin, 22 Desem2025.
Diduga bentrokan terjadi karena tidak sepakat dengan pengelolaan perkebunan kelapa sawit eks PT SIS seluas sekitar 700 hektare yang kini dikelola PT PABВ melalui skema kerja sama operasi (KSO) dengan PT Agrinas Palma Nusantara (APN).
Saat puluhan pekerja PT PAB hendak memasuki areal sawit, mereka dilarang masuk oleh sekelompok orang yang diduga merupakan eks karyawan PT SIS.
Larangan tersebut memicu adu mulut yang berlangsung cukup panas. Situasi semakin tak terkendali karena di lokasi tidak terdapat perwakilan manajemen dari kedua perusahaan.
Perdebatan akhirnya berubah menjadi bentrokan fisik antara kedua kelompok.
Mendapat informasi itu, aparat kepolisian dari Polsek Mandau bersama personel TNI langsung turun ke lokasi untuk melerai dan membubarkan massa guna mencegah konflik meluas.
Akibat bentrokan tersebut, dua pekerja PT PAB mengalami luka berat. Agustinus (44), warga Pekanbaru, menderita luka sobek di kepala serta empat jari tangan putus.
Sementara Zeri Lahugu (42), warga Muara Fajar Pekanbaru, mengalami luka tusuk di bagian pinggang kanan. Keduanya kini dirawat intensif di RS Permata Hati.
Selain itu, ada 11 unit kendaraan yang digunakan pekerja PT PAB rusak berat akibat bentrokan dan masih berada di lokasi kejadian.
Kepala Dusun Muda, Desa Pamesi, Wahidin membeberkan kejadian itu. Dia memastikan bahwa orang yang bentrok bukan warga Dusun Muda.
"Benar. Ada korban dua orang, kendaraan juga banyak rusak," singkat Wahidin.

