RIAU ONLINE, PEKANBARU - Direktorat Kemitraan Komunikasi Lembaga dan Kehumasan Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) bertema KIM Berkolaborasi: Menguatkan Jaringan Informasi untuk Negeri.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 4 Desember 2025 ini dihadiri oleh perwakilan KIM serta Dinas Komunikasi dan Informatika se-Provinsi Riau dan daerah lainnya, baik secara luring maupun daring.
Pelatihan ini bertujuan memperkuat peran KIM sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyebarluaskan informasi, meningkatkan literasi digital, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam ekosistem komunikasi publik.
Acara dibuka oleh Riadi Fahmi, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Riau. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pentingnya memperkuat jejaring KIM di daerah agar mampu menjadi garda terdepan dalam penyebaran informasi kredibel dan inklusif.
Sesi materi pertama disampaikan Helmi Hafid, Pranata Humas Ahli Madya menekankan pentingnya kolaborasi dan kapasitas KIM dalam memperluas jangkauan informasi.
“Menjadi sangat penting dalam memperkuat pemerataan akses informasi dan meningkatkan literasi media masyarakat,” ujarnya.
Pada sesi berikutnya, Kusnadi, Praktisi IT, memberikan pelatihan teknis terkait pengelolaan website KIM. Ia menekankan pentingnya peningkatan kemampuan administrator KIM dalam mengoperasikan platform digital yang telah disediakan pemerintah.
“Kalau untuk bagian bagaimana kita meningkatkan agar menjamin semua admin KIM ini bisa mengoperasikan website yang kita sudah sediakan,” jelasnya.
Dalam sesi praktik, beliau juga memperkenalkan cara membuat plugin sederhana yang memungkinkan tiap komunitas KIM mengelola SEO mereka sendiri menggunakan Google Console.
Kegiatan dilanjutkan dengan paparan dari Afut Syafril, Kepala Biro LKBN Antara Riau, yang menekankan pentingnya konten lokal sebagai kekuatan KIM dalam menarik perhatian masyarakat.
“Pastikan kalau kita ingin menulis konten di website KIM, buatlah yang menarik dan menyesuaikan target. Kalau bisa, semakin lokal kontennya, semakin baik,” ungkapnya.
Sebagai penutup sesi, peserta juga memberikan respons positif terhadap penyelenggaraan bimtek ini. Fadli Wafi dari Komunitas Literasi Kampar (KLK) – Riau menyampaikan kesannya sebagai bagian dari peserta.
“Overall saya sangat suka dengan kegiatan ini. Semoga ini menjadi langkah yang efisien, langkah yang efektif, bagian dari pemerintah untuk melakukan digitalisasi kepada masyarakat sehingga masyarakat kita pun semakin melek dengan dunia digital,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Komunikasi dan Digital berharap KIM dapat semakin solid, adaptif, dan inovatif dalam menjalankan peran sebagai penggerak literasi informasi, serta memperkuat jaringan komunikasi publik hingga ke akar rumput.

