Siswa SD Diduga Tewas Usai Dibully, Sekolah di Pekanbaru Diminta Perketat Pengawasan

Anggota-DPRD-Kota-Pekanbaru-dari-Fraksi-Hanura-Firman.jpg
Anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi Hanura, Firman (Herianto Wibowo/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi Hanura, Firman menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa yang menimpa seorang siswa SD Negeri di Pekanbaru yang menjadi korban perundungan atau bullying.

Ia menegaskan perlunya peningkatan pengawasan di lingkungan sekolah, termasuk saat jam istirahat, guna mencegah terulangnya dugaan perundungan terhadap siswa.

Firman menilai pihak sekolah memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keamanan dan keselamatan peserta didik, tidak hanya saat proses belajar mengajar, tetapi juga di luar jam pelajaran.

“Harapannya dari pihak guru dan pihak sekolah yang diberi amanah untuk mendidik dan menjaga anak-anak bisa lebih memperhatikan mereka, termasuk saat jam istirahat. Kita ingin tidak ada lagi perundungan,” ujar Firman, Jumat 28 November 2025.

Ia menjelaskan, dari informasi yang diterimanya, terdapat dugaan perundungan terhadap korban. Karena itu, ia menilai pentingnya investigasi menyeluruh untuk memastikan penyebab pasti kejadian.


Firman menyambut baik langkah Pemko Pekanbaru yang akan membentuk tim pencari fakta. Ia berharap tim ini dapat bekerja cepat dan objektif.

“Perlu kita dorong pemerintah untuk membentuk tim pencari fakta. Informasinya tim itu sudah dibentuk. Kita ingin tahu betul apa penyebabnya. Kalau benar ini perundungan, harus diproses. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang, baik di sekolah maupun di luar sekolah,” tegasnya.

Selain investigasi, Firman juga menekankan pentingnya peningkatan sarana pengawasan di sekolah.

Menurutnya, pemasangan CCTV di area strategis seperti lorong, depan kelas, dan akses menuju toilet sangat diperlukan.

“Kalau anggaran memungkinkan, kita minta sekolah dilengkapi CCTV. Bukan di dalam toilet, tapi akses menuju toilet, karena kadang perundungan terjadi di sana saat guru atau penjaga sekolah tidak melihat,” jelasnya.

Firman menegaskan DPRD mendukung penuh upaya pemerintah dalam mengungkap penyebab insiden tersebut. Ia juga meminta semua pihak meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian terhadap keselamatan anak-anak.

“Saya mengapresiasi pemerintah yang membentuk tim pencari fakta. Kita harap segera diketahui apakah penyebabnya perundungan atau penyakit,” tutup Firman.