Pesan Berantai Provokatif ‘Serang’ Massa Demo TNTN, Diduga Upaya Pecah Belah

pesan-berantai-massa-tntn.jpg
Pesan berantai yang diterima massa unjuk rasa yang menolak relokasi dari TNTN, Kamis, 20 November 2025. (DEFRI CANDRA/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Pesan berantai bernada provokasi bermunculan di tengah unjuk rasa ribuan warga yang menolak relokasi dari kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Kamis, 20 November 2025.

Pesan berantai tu diterima dari nomor tak dikenal. Diduga bertujuan memecah konsentrasi dan merusak soliditas massa aksi.

Sabaruddin (43), satu di antara peserta unjuk rasa, mengaku turut menerima pesan aneh saat demo itu berlangsung. Pesan itu berisi ajakan agar massa membubarkan diri dengan alasan aksi tidak menguntungkan masyarakat.

"Pesan yang masuk ke saya bunyinya ‘Ahhh demo ini bukan untuk kita, kepentingan keuntungan pribadi aja, bagus kita pulang aja ketimbang panas-panasan tak jelas’, saya curiga ini untuk memecah belah kami," ujar Sabaruddin.


Tidak hanya menggunakan bahasa Indonesia, beberapa massa juga mengaku menerima pesan provokatif dalam bahasa daerah. Pesan itu disebut sangat mirip satu sama lain, seolah dikirim secara massal.

Salah satu pesan berbahasa Batak yang diterima warga berbunyi: “Demo on dang tu hita on, holan parutungan ni na adong harikotan ni diri na be... Tumagon ma hita mulak daripada mohop-mohopan hita di son, ae so adong utung na di hita (Demo ini bukan untuk kita, hanya menguntungkan orang yang punya kepentingan saja. Lebih baik kita pulang daripada kepanasan di sini, karena tidak ada untungnya untuk kita).”

Sementara itu, Rohana (38), mengatakan pesan itu jelas upaya untuk melemahkan perjuangan warga yang selama ini menolak relokasi lahan tempat mereka tinggal dan bekerja.

"Kami datang ke sini membawa harapan, bukan untuk kepentingan siapa pun. Tiba-tiba ada SMS begitu, itu sangat mencurigakan. Tapi warga tetap kompak," katanya.

Hingga siang hari, massa aksi tetap bertahan meski pesan provokatif terus masuk ke ponsel sejumlah warga. Para peserta aksi menyatakan tidak akan terpengaruh dan akan terus menyampaikan aspirasi mereka secara damai.