Sampaikan Duka Cita, Ketua Harian An-Nur Kenang Dr Chaidir sebagai Tokoh Pemersatu

Turut-Berdukacita-Mantan-Ketua-DPRD-Riau-Chaidir-Meninggal-Dunia.jpg
Mantan Ketua DPRD Provinsi Riau periode 1999-2004 dan 2004-2009, drh. H. Chaidir, MM (Istimewa)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Imam Besar sekaligus Ketua Harian BPMR An-Nur Provinsi Riau, Ustadz H. Zul Ikromi, Lc., M.A., Ph.D, menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Tokoh masyarakat Riau, Dr. drh. H. Chaidir, MM. Dr Chaidir diketahui wafat pada Selasa, 18 November 2025 petang di Rumah Sakit Prima Pekanbaru. 

Zul Ikromi menyebut Chaidir sebagai sosok yang memiliki komitmen tinggi terhadap pendidikan, kebudayaan, dan kemajuan masyarakat Riau. Menurut Zul Ikromi, Chaidir adalah tokoh yang selalu hadir dengan gagasan besar, namun tetap membumi. 

“Almarhum itu bukan hanya seorang politisi atau cendekiawan. Beliau adalah guru bagi banyak orang. Setiap kali berdiskusi, beliau selalu membawa perspektif baru yang mencerdaskan,” ujarnya.

Menurut Zul Ikromi, Chaidir memiliki kedekatan khusus dengan Masjid Raya Annur, baik secara kelembagaan maupun personal. Mantan Ketua DPRD Riau dua periode itu kerap hadir dalam kegiatan keagamaan, diskusi kebudayaan, hingga momen-momen penting yang melibatkan tokoh masyarakat.


“Beliau sering menyampaikan bahwa masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi pusat peradaban. Dan beliau menjalankan itu dalam tindakan,” kata Zul.

Di mata Zul Ikromi, Chaidir dikenal sebagai pribadi rendah hati meski memiliki rekam jejak panjang sebagai akademisi dan pemimpin. Menurutnya, Chaidir adalah sosok yang mampu merangkul berbagai kalangan, menjaga dialog, dan membawa suasana damai dalam setiap forum.

“Kita kehilangan seorang penyejuk. Kehilangan sosok pemersatu yang selalu tampil menenangkan,” tambahnya.

Sebagai budayawan dan penulis, Chaidir juga dinilai banyak meninggalkan warisan pemikiran yang menjadi pegangan bagi generasi muda Riau. Zul Ikromi berharap nilai-nilai yang diperjuangkan almarhum, terutama tentang jati diri Melayu, moralitas publik, dan harmoni sosial, tetap diteruskan.

"Beliau sosok santun yang murah senyum. Walau terdapat perbedaan pandangan antara kami terkait ijtihad politik, beliau tetap membawa saya masuk keanggotaan pengurus Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR)," ujarnya.

Zul Ikromi mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. “Semoga Allah menerima seluruh amal baiknya, melapangkan kuburnya, mengangkat derajatnya, dan memberikan ketabahan bagi keluarga besar yang ditinggalkan. Riau berduka, tetapi Riau juga bersyukur pernah memiliki figur terbaik seperti beliau,” tutupnya.