KONI Riau Khawatir Penundaan Porprov Ganggu Agenda Besar Olahraga 2027

KONI-RIAU.jpg
KONI Riau (Facebook/KONI Riau)

RIAU ONLINE, PEKANBARU – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Riau, Iskandar Hoesin, angkat suara terkait rencana penundaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Riau setelah Kota Dumai menyatakan mundur sebagai tuan rumah.

Ia menegaskan bahwa penundaan tersebut bukan tanpa konsekuensi, terutama karena tahun 2027 sudah dipadati agenda olahraga tingkat regional dan nasional.

Menurut Iskandar Hoesin, Porprov tidak bisa serta-merta dipindahkan ke 2027 karena agenda Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) dan Kejuaraan Nasional Pra-PON juga digelar pada tahun yang sama.

“Kalau diselenggarakan tahun 2027, akan mengganggu pelaksanaan Porwil dan Kejurnas Pra-PON, karena waktunya akan mepet sekali. Tapi karena permintaan pemerintah daerah ditunda, kami berharap jangan ditunda karena akan mengganggu agenda olahraga lainnya,” jelas Iskandar, Selasa 18 November 2025.

Ia menyebutkan alasan utama pemerintah daerah untuk menunda Porprov adalah efisiensi anggaran. Namun dari sisi pembinaan atlet, penundaan dinilainya berpotensi menghambat persiapan Riau menghadapi event nasional.


“Kita hanya menunggu keputusan Pemprov Riau. Kita sudah sampaikan dengan berbagai argumentasi, mudah-mudahan bisa jadi bahan pertimbangan. Apalagi kondisi Pak Gubernur Abdul Wahid masih seperti sekarang, kan tidak mungkin serta merta diambil alih oleh Pak SF selaku Plt,” ujarnya.

Iskandar menjelaskan untuk Porwil 2027, Riau tidak memiliki kewenangan mengambil keputusan strategis karena tuan rumah berada di Kepulauan Riau. Oleh karena itu, Porprov menjadi satu-satunya ajang seleksi internal untuk menjaring atlet terbaik sebelum turun di level Porwil dan Pra-PON.

“Porprov itu memang mencari bibit untuk Porwil dan Kejurnas Pra-PON. Tapi kalau itu tidak berlangsung, ya mau bagaimana lagi,” tegasnya.

Meski begitu, KONI tetap memberikan berbagai opsi dan masukan kepada pemerintah daerah. Iskandar menegaskan keputusan final tetap berada di tangan Pemerintah Provinsi Riau.

“Kita hanya bisa menyarankan, memberikan argumentasi dan pertimbangan-pertimbangan yang matang. Kita sudah sampaikan kemarin,” katanya.

Menariknya, Iskandar sebenarnya melihat peluang Porprov tetap dapat digelar pada tahun 2026. Ia menyebutkan kebutuhan anggaran tidak terlalu besar sehingga memungkinkan untuk dilaksanakan jika ada komitmen dari pemerintah daerah.

“Sebenarnya kalaupun dilanjutkan di tahun 2026, tetap bisa, karena dananya kan tidak begitu besar,” ujarnya.