RIAU ONLINE, PEKANBARU - Sepanjang tahun 2025, telah terjadi ribuan kecelakaan lalu lintas yang merenggut ratusan nyawa pengendara.
Berdasarkan catatan Polda Riau, ada 2.131 kecelakaan lalu lintas dengan 446 korban jiwa terjadi sejak Januari hingga November 2025. Sementara itu, ada 2.098 orang mengalami luka berat dan 890 lainnya terluka ringan.
"Hari ini kita membuat momen penting hadir membuat kolaborasi dengan stakeholder terkait Polri TNI pemerintah daerah dan civitas akademika agar bisa memberikan kesadaran kolektif dalam berlalu lintas," ujar Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, saat memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Lancang Kuning di Mapolda Riau, Senin, 17 November 2025.
Irjen Herry berharap, media bisa membantu menyampaikan kepada publik tentang kesadaran dalam berlalu lintas, serta menurunkan jumlah angka kecelakaan baik itu secara kuantitas maupun kualitas.
"Dalam momen ini saya ingin menyampaikan teman-teman media tolong sampaikan kepada seluruhnya bahwa marilah kita berubah untuk menciptakan Kamseltibcar Lantas pada Operasi Zebra LK 2025," jelasnya.
Irjen Herry turut menyoroti kendaraan over dimension over load (ODOL) yang kerap menjadi pemicu kecelakaan dan kerusakan jalan. Ia menegaskan bahwa patroli dan pengawasan akan diperketat, terutama terhadap truk ODOL dari luar daerah yang beroperasi di Riau.
"ODOL ini masalah utama kita. Apalagi kendaraan yang pajaknya dibayar di luar daerah, tapi jalannya rusak di sini," pungkasnya.
Selain itu, Polda Riau turut menyerahkan helm keselamatan kepada pelajar OSIS dan pengemudi ojek online. Polisi juga memberikan kursi roda dan tongkat kepada korban kecelakaan lalu lintas sebagai bentuk kepedulian sosial.
Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025 berlangsung selama dua pekan, 17-30 November mendatang.
Operasi kemanusiaan ini bertujuan menekan angka pelanggaran lalu lintas dan kecelakaan sekaligus meningkatkan kesadaran menjelang libur natal dan tahun baru.

