Operasi Gabungan Satgas Pangan Pantau Harga Beras Sesuai HET di Rengat

Satgas-Pangan-Pantau-Harga-Beras.jpg
Satgas Pangan memantau harga beras di Rengat. (Dok. Polres Inhu)

RIAU ONLINE, INHU - Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) bersama Polres Inhu melalui Satuan Tugas (Satgas) Pangan bergerak secara intensif ke berbagai titik penjualan untuk memastikan harga tetap berada dalam koridor yang ditetapkan pemerintah.

Kegiatan pengawasan ini melibatkan Sat Reskrim Polres Inhu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Kanwil Bulog Rengat.

Mereka turun langsung ke sejumlah toko di Kota Rengat sebagai bentuk implementasi Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Republik Indonesia Nomor 375 Tahun 2025 tentang Satgas Pengendalian Harga Beras Tahun 2025.

Kapolres Inhu, AKBP Fahrian Saleh Siregar, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah penting untuk memastikan tidak ada pedagang yang melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).

"Satgas Pangan berkomitmen memastikan harga beras, baik premium maupun SPHP, tetap berada dalam standar HET yang telah ditetapkan pemerintah. Ini penting dalam menjaga keterjangkauan pangan bagi seluruh lapisan masyarakat," ujar AKBP Fahrian, Senin, 17 November 2025.

Dalam operasi tersebut, tim mengunjungi empat titik penjualan yang ada di beberapa tempat di Kota Rengat.


Hasil pengecekan menunjukkan bahwa harga beras premium yang dijual para pedagang berada pada kisaran Rp14.900 hingga Rp15.050 per kilogram.

Sementara itu, beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) terpantau stabil dengan harga seragam Rp12.400 per kilogram.

Fahrian menegaskan bahwa seluruh pedagang yang dikunjungi mematuhi ketentuan pemerintah terkait HET.

"Baik ritel modern maupun pasar tradisional di Kabupaten Indragiri Hulu masih menjual sesuai harga standar. Ini menunjukkan kepatuhan yang baik dan turut mendukung stabilitas pasar," jelasnya.

Tidak hanya melakukan pengecekan, Satgas Pangan juga berdialog dengan para pemilik toko terkait pasokan beras, potensi kenaikan harga menjelang akhir tahun, serta kendala distribusi yang mungkin terjadi.

Melalui operasi gabungan ini, Satgas Pangan memastikan seluruh rantai distribusi berjalan sesuai regulasi. Pengawasan ini juga menjadi langkah antisipatif dalam mencegah praktik penimbunan atau kenaikan harga yang tidak wajar.

"Kehadiran Satgas Pangan di lapangan adalah bukti negara hadir untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap aman dan terjangkau," Kapolres.