RIAU ONLINE, PEKANBARU - Dua kasus perselingkuhan yang melibatkan anggota Polri kembali mencoreng nama institusi kepolisian di Riau.
Dalam rentang waktu berdekatan, dua oknum polisi di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) dan Rokan Hulu (Rohul) digerebek saat diduga menjalin hubungan gelap dengan istri sesama anggota Polri.
Kedua kasus ini sontak menjadi sorotan publik, mengingat keduanya terjadi di lingkungan aparat penegak hukum yang semestinya menjadi teladan.
Berikut RIAUONLINE merangkum dua kasus perselingkuhan yang terjadi dalam 3 bulan terakhir, Senin, 17 November 2025.
-
Mantan Kapolsek Tandun Digerebek Bersama Bhayangkari
Kasus perselingkuhan di tubuh institusi Polri terjadi di Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Iptu LLN, mantan Kapolsek Tandun tahun 2023, kedapatan berduaan dengan seorang Bhayangkari berinisial R di sebuah asrama polisi di Desa Koto Tinggi, Kecamatan Rambah, Jumat, 26 September 2025.
R merupakan istri dari seorang anggota Polres Rohul berinisial YSF, yang merupakan personel Satlantas. Beredar kabar bahwa Iptu LLN digerebek warga. Namun kabar ini dibantah langsung oleh Kapolres Rohul AKBP Emil Eka Putra. Ia menegaskan bahwa personelnya lah yang mengamankan oknum tersebut.
"Yang bersangkutan diamankan anggota Polri, bukan warga," tegas AKBP Emil.
Kapolres menyatakan bahwa kasus ini akan diproses sesuai dengan ketentuan hukum dan etik yang berlaku di institusi Polri.
"Oknum tersebut akan diproses sesuai aturan yang berlaku," pungkasnya.
-
Anggota Sabhara Polres Kuansing, Aiptu I Digerebek Warga
Seorang anggota Polres Kuansing lainnya berinisial Aiptu I, digerebek warga Desa Geringging Jaya, Kecamatan Sentajo Raya pada Kamis dini hari, 12 November 2025.
Ia diduga berselingkuh dengan T, istri dari mantan anggota Polres Kuansing berinisial RB. RB sendiri saat ini menjalani hukuman pidana terkait kasus korupsi PNBP sebesar Rp12,5 miliar.
Kecurigaan warga terhadap kedekatan Aiptu I dan T sudah berlangsung lama. Menurut warga, keduanya kerap terlihat berduaan sehingga saat mendapat informasi bahwa Aiptu I kembali berkunjung ke rumah T, warga langsung berkumpul.
"Kami sudah curiga sejak lama karena mereka sering terlihat berdua," ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Saat warga menggerebek, keduanya didapati berada dalam satu kamar dan sempat mengunci diri selama sekitar 20 menit sebelum akhirnya keluar dalam kondisi panik. Warga awalnya berencana menyerahkan keduanya ke Polsek Benai.
Namun setelah terjadinya pembicaraan antara Aiptu I, warga, dan perangkat desa, termasuk kepala desa setempat, keputusan berubah. Persoalan akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan.
"Entah bagaimana, setelah berbicara dengan beberapa orang, akhirnya tidak jadi dibawa ke Polsek," ujar warga lainnya.
Kapolsek Benai, Ipda Hainur Rasyid, membenarkan bahwa pihaknya menerima informasi adanya rencana warga menyerahkan pasangan selingkuh tersebut. Namun hingga keesokan pagi, tidak ada laporan resmi yang masuk.
"Sampai pagi ini tidak ada laporan ke Polsek," jelas Ipda Hainur.
Aiptu I diketahui saat ini berdinas di Satuan Sabhara Polres Kuansing setelah sebelumnya sempat bertugas di Satresnarkoba.

