Dipadati Truk, Jalan Pramuka Rumbai Rusak dan Kecelakaan Meningkat

Truk-di-jalan-pramuka-rumbai.jpg
Truk melintas dan kondisi Jalan Pramuka, Rumbai, Pekanbaru. (Herianto Wibowo/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU — Aktivitas kendaraan truk bermuatan berat atau Over Dimension and Over Load (ODOL) masih marak melintas di Jalan Pramuka, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru.

Jalan yang menjadi akses alternatif menuju Perawang, Kabupaten Siak itu kini dipadati truk besar setiap harinya, tentu saja hal ini menyebabkan kondisi jalan menjadi rusak.

Pantauan RiauOnline di lapangan menunjukkan, sejumlah truk bermuatan pasir, besi dan material industri dan hasil tambang seperti batubara melintas dengan intensitas tinggi pada pagi, siang dan hari.

Akibatnya, permukaan jalan tampak rusak dan berlubang, bahkan di beberapa titik terlihat bekas galian yang belum diperbaiki, seperti di depan deretan pertokoan dan rumah makan warga.

Selain menyebabkan kerusakan jalan, aktivitas kendaraan kelebihan muatan ini juga menimbulkan debu tebal dan kebisingan dan menjadi sumber kecelakaan kendaraan yang kerap dikeluhkan oleh masyarakat sekitar.

“Setiap hari truk besar lewat sini, jalan makin rusak dan debunya luar biasa. Kalau musim panas, kami terpaksa siram jalan biar tidak terlalu berdebu,” ujar Rudi, salah seorang warga yang memiliki bengkel di kawasan tersebut, Rabu 30 Oktober 2025.


Jalan Pramuka memang menjadi jalur alternatif bagi truk-truk dari arah Pekanbaru menuju Perawang, karena jalur utama melalui Pelalawan dan Minas sering padat.

Namun, kapasitas jalan Pramuka yang memiliki ruas kecil ini sebenarnya tidak dirancang untuk menampung kendaraan berat dalam jumlah besar.

Kondisi ini dikhawatirkan dapat mempercepat kerusakan infrastruktur jalan, sekaligus membahayakan pengguna jalan lainnya, terutama pengendara sepeda motor.

Warga berharap Pemerintah Kota Pekanbaru dan Pemerintah Provinsi Riau segera turun tangan melakukan pengawasan terhadap aktivitas truk ODOL dan memperbaiki jalan yang rusak parah.

“Kalau tidak segera ditindak, jalan ini bisa tambah hancur. Truk-truk itu lewat terus setiap hari,” tambah Rudi.

Selama ini Rudi tidak melihat adanya Dinas Perhubungan (Dishub) yang melakukan penertiban terhadap truk berukuran besar tersebut, bahkan ketika pagi dan sore hari pertigaan Jalan Pramuka menjadi salah satu titik dengan tingkat kemacetan tertinggi di Rumbai.

"Polisi atau Dishub gak pernah saya lihat tertibkan mobil truk, kalau bisa ditilang sopir truk ini," tutupnya.