Digital Farming Bikin Padi Siak Subur, Produktivitas Tembus 7,4 Ton Per Hektare

Panen-raya-di-siak2.jpg
Bupati Siak Afni Zulkifli bersama BI panen raya padi di Kampung Jayapura, Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak. (HENDRA DEDAFTA/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, SIAK – Inovasi pertanian berbasis teknologi yang digagas oleh Bank Indonesia melalui program digital farming terbukti mampu meningkatkan hasil panen padi secara signifikan di Kampung Jayapura, Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak. 

Melalui demonstrasi plot (demplot) di Gapoktan Mulia Tani, produktivitas padi melonjak dari sebelumnya 3,8 ton menjadi 7,4 ton per hektare.

Kepala Deputi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Riau, Sudiro Pambudi, mengatakan, program digital farming merupakan bagian dari strategi nasional untuk memperkuat ketahanan pangan daerah dan menekan ketergantungan terhadap pasokan beras dari daerah lain. 

“Program ini bukan sekedar soal teknologi, tetapi langkah konkret memperkuat kemandirian pangan dan mengendalikan inflasi harga beras,” kata Sudiro. Di sawah Jayapura, Rabu 22 Oktober 2025.

Menurutnya, beras memiliki bobot paling besar dalam komponen inflasi, yakni sekitar 3–4 persen dari keseluruhan barang dan jasa yang sudah dihitung oleh Badan Pusat Statistik (BPS). BI menilai pentingnya menjaga kestabilan harga beras melalui peningkatan produksi di tingkat petani.

“Pengendalian harga beras bisa dilakukan kalau produksinya mencukupi. Karena itu, kami fokus meningkatkan produktivitas petani melalui teknologi digital farming,” ujarnya.

Sudiro menjelaskan, teknologi digital farming yang diterapkan di Siak bekerja sama dengan Habibi Garden, menggunakan sistem Rapid Soil Check yang dapat mengukur kebutuhan pupuk secara presisi berdasarkan kondisi tanah. 

Dengan sistem ini, petani tidak lagi menebak waktu dan dosis pemupukan, sehingga pemakaian pupuk lebih efisien dan biaya produksi berkurang.


“Teknologi ini merubah kebiasaan lama. Biasanya dua minggu sekali petani memupuk tanpa tahu kebutuhannya, sekarang bisa tepat waktu, tepat jenis, dan tepat dosis. Hasilnya, produktivitas naik, biaya turun,” jelasnya.

Selain meningkatkan hasil panen, penerapan digital farming juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Riau terhadap pasokan beras dari daerah lain.

Tidak hanya soal pemupukan, teknologi digital farming juga dilengkapi denga pengukur kondisi tanah, hama, serta pengontrol cuaca. Jadi petani bisa tau waktu dan pestisida yang harus digunakan untuk penyemprotan. 

Saat ini, sebagian hasil panen padi basah di Siak masih banyak dijual ke Sumatera Barat karena harga beli lebih tinggi, sementara fasilitas pengeringan di tingkat lokal masih terbatas.

“Kalau fasilitas pengeringan tersedia di sini, petani tidak perlu menjual gabah ke luar daerah. Produksi bisa diolah jadi beras Siak, untuk konsumsi masyarakat Riau sendiri,” ungkapnya.

Sudiro menambahkan, peningkatan produktivitas dengan biaya efisien akan berdampak langsung terhadap kesejahteraan petani. Bank Indonesia pun berkomitmen melanjutkan sinergi bersama pemerintah daerah, Dinas Pertanian, dan kelompok tani agar program ini berkelanjutan.

“Kami mengapresiasi Gapoktan Mulia Tani yang telah menjadi contoh sukses penerapan digital farming di Riau. Mudah-mudahan program ini memperkuat kemandirian pangan dan menjaga kestabilan harga beras,” pungkas Sudiro.

Terpisah, Bupati Siak Afni Zulkifli, mengucapkan terima kasih kepada BI yang telah memberikan bantuan demplot program digital farming kepada petani Jayapura. 

Berkat bantuan demplot disertai kegigihan, keuletan dan kerajinan petani hasil panen program digital farming terbukti meningkat, di lahan yang sama panen sebelumnya hanya 3,8 ton meningkat jadi 7,4 ton. 

Program digital farming tidak hanya meningkatkan produktivitas padi, namun juga mengajarkan para petani pentingnya menerapkan mekanisme yang sesuai dengan kebutuhan padi sehingga mempengaruhi hasil panen. 

"Kami berharap kolaborasi Bank Indonesia di Siak terus berkelanjutan. Tidak hanya membimbing namun juga bisa membantu peralatan supaya program digital farming di Siak terus berlanjut," Harapnya

Panen raya di Jayapura menjadi cerminan bahwa keberhasilan pertanian bukan hanya soal hasil, tetapi juga perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan petani. Dukungan berkelanjutan dari semua pihak diharapkan mampu menjadikan pertanian Siak semakin maju dan sejahtera.