Ironi Aset Terbesar Riau: Stadion Utama Sedikit Hasilkan PAD, Bebani APBD Rp4 Miliar per Tahun

Stadion-Utama-Riau4.jpg
Stadion Utama Riau (Dok. Dispora Riau)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Stadion Utama Riau yang berlokasi di Jalan Naga Sakti, Kota Pekanbaru, merupakan aset olahraga terbesar di Provinsi Riau. Sayangnya, aset ini tidak dapat dikelola oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, untuk menunjang Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Anggota Komisi III DPRD Provinsi Riau Abdullah, mengatakan sampai tahun ini, Stadion Utama Riau membebani APBD Riau sebesar Rp4 miliar setiap tahunnya untuk biaya operasional. Sementara, aset ini hanya mampu memberikan pemasukan bagi daerah sekitar Rp100 juta sampai Rp200 juta per tahun. 

"Aset ini seharusnya dikelola dengan baik oleh Pemprov Riau, melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Riau. Karena pengeluarannya saja sudah mencapai Rp4 miliar, sedangkan pemasukannya cuma Rp200 jutaan dari catatan tahun 2024," ujarnya, Selasa, 21 Oktober 2025.

Menurutnya, jika Pemprov Riau tidak mampu mengelola Stadion Utama Riau dengan baik, pengelolaannya bisa dialihkan dengan skema-skema yang diatur oleh Kemendagri. 


"Misalnya dengan menyewakan kepada pihak ketiga atau skema bagi hasil dengan pihak ketiga. Pemprov harus cepat mencari solusi supaya kita tidak tekor setiap tahun," jelasnya.

Ia menjelaskan, dengan menyewakan atau kerja sama bagi hasil kepada pihak ketiga, Pemprov dapat meminimalisir anggaran operasional. Kemudian, anggaran operasional itu dapat dialihkan untuk kebutuhan lain dalam APBD Riau. 

Abdullah juga mengatakan, menyewakan stadion itu menjadi solusi terbaik, daripada Pemprov mengelola sendiri tanpa hasil atau menjualnya kepada swasta. 

"Kalau dibiarkan saja, ini menjadi beban APBD kita. Kalau dijual, DPRD Riau tentu tidak setuju, karena aset itu dibangun dengan anggaran Rp1,2 triliun dan selama ini juga sudah banyak operasionalnya," pungkasnya.