Lantai 2 Masjid Raya An-Nur Tergenang, Air Hujan Mengalir dari Atap

Lantai-2-masjid-an-nur-banjir2.jpg
Air hujan yang merembes dari atap menyebabkan lantai 2 Masjid Raya An-Nur tergenang, Senin, 13 Oktober 2025. (DEFRI CANDRA/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Hujan deras yang mengguyur Kota Pekanbaru sejak Minggu, 12 Oktober 2025, sore hingga malam menyebabkan sejumlah wilayah tergenang air, tak terkecuali kawasan Masjid Raya An-Nur, masjid termegah di Riau yang kerap dijuluki "Taj Mahal-nya Pekanbaru".

Genangan air bahkan memasuki area dalam masjid, termasuk di lantai dua yang biasanya digunakan jamaah perempuan. 

Air hujan yang merembes dari atap menyebabkan area tersebut tergenang, membuat aktivitas ibadah menjadi terganggu. Air juga menggenangi jenjang utama di pintu masuk masjid, serta area toilet di lantai dua. 

Di beberapa titik, terlihat air menetes dari langit-langit, mengindikasikan adanya kebocoran serius pada atap bangunan.

"Air masuk dari bagian atap dan langsung mengalir ke tempat salat perempuan. Beberapa jamaah yang sedang beribadah harus berpindah ke bagian depan," ujar salah seorang jamaah, Andriani.

Kondisi ini tentu memprihatinkan, mengingat Masjid Raya An-Nur bukan hanya tempat ibadah, tapi juga ikon wisata religi dan kebanggaan masyarakat Riau. 


Dibangun pada 1968 dan diresmikan oleh Gubernur Riau Arifin Achmad, masjid ini berdiri di atas lahan seluas 4 hektare. 

Renovasi besar dilakukan pada 2000 di masa pemerintahan Gubernur Riau Saleh Djasit, memperluas area masjid menjadi 12,6 hektare.

Pasca renovasi, Masjid An-Nur dikenal sebagai salah satu masjid termegah di Indonesia. Arsitekturnya yang megah dan didominasi nuansa Timur Tengah membuat masjid ini dijuluki “Taj Mahal Pekanbaru”.

Namun, insiden banjir ini memunculkan sorotan publik terhadap kondisi fisik masjid yang mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan. 

Warga berharap pemerintah dan pengelola masjid segera melakukan perbaikan, terutama pada sistem drainase dan atap bangunan.

"Ini masjid kebanggaan kita semua. Sayang kalau dibiarkan rusak. Pemerintah harus turun tangan," ujar Amiruddin, warga sekitar yang rutin salat di masjid tersebut.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola masjid maupun Pemerintah Provinsi Riau terkait langkah perbaikan pasca kejadian ini.