PKL di An-Nur Bakal Ditata Tanpa Mematikan, DPRD: Perlu Pendekatan Manusiawi

PKL-di-trotoar-masjid-an-nur2.jpg
Meja, kursi hingga gerobak makanan dan minuman PKL di sepanjang trotoar kawasan Masjid Raya An-Nur Pekanbaru (Herianto Wibowo/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU — Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru tengah menyiapkan langkah penataan bagi pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sekitar kawasan Masjid Raya An-Nur, Jalan Hangtuah.

Upaya ini dilakukan agar kegiatan ekonomi masyarakat tetap berjalan tanpa mengganggu ketenangan dan kesucian lingkungan masjid.

Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Muhammad Sabarudi menyambut baik langkah Pemko dalam memberikan ruang bagi pelaku usaha kecil untuk tetap beraktivitas menjajakan dagangannya secara tertib.

“Saya sangat mendukung langkah Pemko Pekanbaru. Para pelaku UMKM memang membutuhkan dukungan, penguatan, dan juga fasilitas dari pemerintah agar bisa terus bertahan,” tegas Sabarudi, Minggu 12 Oktober 2025.

Menurutnya politisi PKS ini pemerintah daerah harus hadir tidak hanya sebagai penegak aturan, tetapi juga sebagai mitra bagi masyarakat dalam membangun perekonomian lokal.


“PKL ini bagian dari denyut ekonomi rakyat. Jadi penataan perlu dilakukan dengan pendekatan yang manusiawi dan berpihak pada mereka,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekanbaru, Yuliarso menjelaskan pihaknya telah melakukan komunikasi intensif dengan pengurus Masjid Raya An-Nur melalui Lurah Sumahilang untuk mencari solusi terbaik bagi para pedagang.

“Kami telah berkoordinasi dengan pengurus masjid melalui lurah agar sebagian halaman Masjid Raya An-Nur dapat dimanfaatkan sebagai lokasi relokasi sementara bagi PKL yang sebelumnya berjualan di sekitar SMP Negeri 1, SMA Negeri 1, dan SMP Negeri 5 Pekanbaru,” ujar Yuliarso, Rabu 8 Oktober 2025.

Menurutnya, saat ini pengurus masjid masih menyusun ketentuan dan tata tertib agar aktivitas perdagangan tetap sejalan dengan nilai-nilai keislaman serta tidak mengganggu fungsi utama masjid sebagai tempat ibadah.

“Tujuannya agar kawasan ini tetap tertib, bersih, dan menjaga kesakralan masjid. Kami ingin menata tanpa mematikan ekonomi masyarakat,” tambahnya.