RIAU ONLINE, PEKANBARU – Harga cabai merah jenis Bukittinggi di Kota Pekanbaru melonjak drastis hingga menembus Rp100 ribu per kilogram. Kenaikan harga ini sudah berlangsung selama tiga hari terakhir dan dikeluhkan para pedagang.
Amelia, salah seorang pedagang cabai di Pasar Cik Puan, mengatakan lonjakan harga cabai membuat penjualan menurun drastis.
“Sekarang cabai merah Bukittinggi sudah Rp100 ribu per kilo. Pembeli banyak yang mengeluh, jadi mereka beli sedikit saja. Penjualan pun turun,” ujar Amelia, Rabu 16 September 2025.
Ia menjelaskan, cabai merah Bukittinggi selama ini memang menjadi favorit warga Pekanbaru karena rasanya yang lebih pedas dibanding jenis cabai lainnya. Namun, pasokan belakangan ini terhambat karena kelangkaan solar.
“Biasanya mobil pengangkut cabai dari pasar induk datang malam. Tapi beberapa hari ini baru sampai pagi sekitar jam tujuh. Jadi barang telat masuk, stoknya terbatas, makanya harga naik,” jelasnya.
Amelia berharap harga cabai bisa segera kembali stabil agar daya beli masyarakat meningkat dan pedagang tidak semakin merugi.
“Kami hanya berharap pasokan lancar lagi, supaya harga turun dan penjualan bisa normal kembali,” tuturnya.

