RIAU ONLINE, SIAK – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Siak dalam dua tahun terakhir tercatat menghabiskan anggaran fantastis, sebesar Rp17,4 miliar untuk pengadaan perangkat Chromebook.
Belanja jumbo ini dilakukan guna menunjang pembelajaran siswa kelas 3 SMP agar terbiasa dengan teknologi sebelum melanjutkan ke tingkat SMA.
Kepala Disdikbud Siak, Fakhrurrozi, didampingi Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Herman, menjelaskan ide pengadaan Chromebook muncul dari kebijakan bupati saat itu.
“Tujuannya bagus, agar anak-anak kita di Siak bisa terbiasa dengan teknologi sejak SMP. Sehingga begitu masuk ke SMA, tidak ada lagi yang gagap teknologi,” katanya, Kamis 11 September 2025.
Pengadaan perdana dilakukan pada 2023, dengan anggaran Rp14,8 miliar untuk membeli 2.817 unit Chromebook merek Axioo, seharga Rp5,2 juta per unit.
Tahun 2024, kembali dianggarkan Rp2,6 miliar untuk tambahan 500 unit dengan merek dan harga yang sama. Total, sudah 3.317 unit didistribusikan ke sekolah-sekolah.
Meski begitu, distribusi masih belum merata. Dari 83 SMP negeri di Siak, 49 sekolah belum mendapat bantuan serupa.
Skema yang diterapkan, perangkat diserahkan ke sekolah lalu dipinjamkan ke siswa agar bisa digunakan belajar di rumah.
Fakhrurrozi menegaskan pemilihan merek Axioo didasarkan rekomendasi Kementerian Pendidikan dan ketersediaan stok. Proses pengadaan juga dilakukan lewat e-katalog, dengan pemenang tender berasal dari Jakarta.
Namun di tengah upaya memperkuat literasi digital siswa, pengadaan Chromebook di daerah mulai ikut disorot aparat penegak hukum.

