RIAU ONLINE, SIAK – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Siak berhasil menggulung sindikat pengedar narkoba yang selama ini meresahkan warga Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak.
Dalam penggerebekan di Kecamatan Bungaraya, Senin, 25 Agustus 2025 malam, Polisi menyita 8 paket sabu dengan total berat 5,76 gram bruto. Empat tersangka dibekuk, sementara seorang pelaku lain kabur dan kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
Pengungkapan bermula dari laporan masyarakat soal maraknya transaksi narkoba di Kampung Bungaraya.
Sekitar pukul 21.00 WIB, tim Satresnarkoba langsung bergerak cepat dan menciduk seorang pria berinisial IF (29) di Gang Ismail, Dusun Tani Jaya. Saat digeledah, IF sempat membuang sabu ke tanah, namun petugas berhasil menemukan barang bukti tersebut.
Penggeledahan berlanjut ke rumahnya. Di sana, Polisi menemukan 7 paket sabu siap edar, uang tunai Rp 100 ribu, plastik, tisu, pipet modifikasi, hingga 4 unit ponsel yang digunakan untuk melancarkan bisnis haram tersebut.
Hasil interogasi IF menguak jaringan pemasok sabu. Ia mengaku barang didapat dari HA (41). Tak menunggu lama, HA langsung dicokok.
Dari pengembangan, dua nama lain ikut diamankan yakni OS (21) dan LW (30) yang berperan sebagai perantara. Namun, seorang tersangka lain berinisial JA berhasil lolos dan kini diburu Polisi.
Barang bukti yang diamankan di antaranya8 paket sabu seberat 5,76 gram bruto, uang tunai Rp 530 ribu, 1 kantong plastik hitam dan 1 plastik putih,1 pipet modifikasi, dan 4 unit handphone berbagai merek.
Hasil tes urine menunjukkan IF positif mengonsumsi amphetamine dan methamphetamine, sedangkan tiga tersangka lainnya negatif.
Kasat Narkoba Polres Siak, AKP Tony, menegaskan pihaknya tidak akan memberi celah bagi pengedar narkoba di bumi lancang kuning.
“Kami tidak akan beri ruang sedikitpun bagi peredaran narkoba di Kabupaten Siak. Siapapun yang terlibat akan kami tindak tegas,” tegasnya, Jumat, 29 Agustus 2025.
Kini keempat tersangka meringkuk di sel tahanan Polres Siak bersama barang bukti. Polisi memastikan perburuan terhadap JA akan dilakukan sampai ke lubang semut sekalipun.

