Plt Sekda Siak Fauzi Asni Tegaskan Sekda Terpilih Tidak Terlibat Persoalan Hukum

Plt-Sekda-Siak-Fauzi-Asni-Tegaskan-Sekda-Terpilih-Tidak-Terlibat-Persoalan-Hukum.jpg
Plt Sekda Siak Fauzi Asni (Hendra Dedafta/Riau Online)

RIAU ONLINE, SIAK – Perebutan kursi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Siak kian menarik perhatian publik. Plt Sekda Siak Fauzi Asni tegaskan Sekda terpilih tidak terlibat persoalan hukum. 

Selain itu, Fauzi Asni, berharap Sekda terpilih nantinya mampu menjadi motor penggerak pemerintahan di tengah kondisi keuangan daerah yang menantang.

"Sekda harus mampu bekerjasama menyelesaikan tuga-tugas pemerintahan, lebih teliti dalam menjalankan fungsi, yang yang terpenting tidak terlibat persoalan hukum," kata Fauzi, Kamis, 21 Agustus 2025. 

Empat calon Sekda Siak yaitu Romi Lesmana (Kadis Kominfo Siak), Ali Amran (Sekretaris Dinas Pariwisata Siak), Mahaddar (Sekretaris Kesbangpol Siak), dan Novendra Kasmara (Sekretaris Dinas Perikanan dan Peternakan).

Namun, proses seleksi ini tidak lepas dari sorotan. Dua nama yang digadang-gadang kuat justru dikaitkan dengan persoalan hukum.


Mahaddar, yang sebelumnya pernah didemosi dari jabatan Kepala Dinas Pendidikan Siak, disebut-sebut tengah diperiksa Kejaksaan Negeri Siak terkait kegiatan saat memimpin Disdikbud. 

Sementara Romi Lesmana, yang kini menjabat Kadis Kominfo, sempat terseret dalam dugaan kasus pengadaan akses internet untuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tahun 2024.

Meski begitu, keduanya tetap optimistis. Romi menegaskan motivasinya maju murni sebagai bentuk pengabdian.

"Motivasi khusus jadi Sekda Siak tidak ada, hanya sebuah pengabdian sebagai abdi negara. Persyaratan sudah saya siapkan, insyaallah ilmu yang saya punya bermanfaat untuk Siak," ujar Romi. 

Sementara itu, Ali Amran dan Novendra Kasmara dinilai sebagai figur yang lebih “bersih” dari sorotan kasus, meski popularitas mereka tidak sekuat dua kandidat lainnya.

Tokoh masyarakat dan budayawan Siak, Said Muzani, menegaskan sejak Kabupaten ini berdiri, jabatan Sekda selalu dipegang oleh orang Siak.

"Kami berharap sekda Siak tetap anak Siak, karena sejarah mencatat sejak awal berdiri sekda Siak selalu berasal dari Siak. Yang penting punya ikatan emosional kuat dengan masyarakat," ujarnya. 

Kini, publik menanti, apakah kursi Sekda Siak akan kembali diisi oleh figur lokal yang bersih dari persoalan hukum, atau justru oleh sosok kontroversial yang tengah jadi sorotan.