Lomba Puisi Polda Riau, Ekspresi Kebangsaan Lewat Kata dan Suara

Lomba-Puisi-Polda-Riau-Ekspresi-Kebangsaan-Lewat-Kata-dan-Suara.jpg
Grand Final Lomba Cipta dan Baca Puisi di Rumah Singgah Tuan Kadi, Pekanbaru, Sabtu, 16 Agustus 2025 malam. (Dok. Polda Riau)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kepolisian Daerah (Polda) Riau menggelar Grand Final Lomba Cipta dan Baca Puisi di Rumah Singgah Tuan Kadi, Jalan Perdagangan, Pekanbaru pada Sabtu, 16 Agustus 2025 malam.

Acara ini menjadi puncak dari rangkaian kegiatan literasi dan seni yang menyatukan semangat nasionalisme dengan pendekatan humanis ala Bhayangkara.

Dengan mengusung tema “Puisi sebagai Cermin Jiwa Bangsa”, kompetisi ini tak hanya menjadi panggung bagi para pelajar menunjukkan kemampuan sastra, tetapi juga ruang refleksi untuk menyuarakan cinta Tanah Air, kritik sosial, dan harapan akan masa depan Indonesia.

Sejak proses penyisihan dimulai pada 4 hingga 11 Agustus lalu, lomba ini berhasil menjaring 268 peserta dari 160 sekolah di 12 kabupaten/kota se-Provinsi Riau.  Dari jumlah tersebut, hanya 20 finalis terbaik yang berhasil melaju ke babak grand final dan tampil di hadapan dewan juri serta ratusan penonton malam itu.

Setiap finalis membawakan puisi hasil karya mereka sendiri dengan penuh penghayatan dan semangat yang membara. Tak sedikit yang berhasil membuat audiens larut dalam suasana, bahkan menitikkan air mata.

Sebelum memasuki kompetisi utama, acara dibuka dengan penampilan monolog yang memukau dari Rumah Budaya Tengku Mahkota, pertunjukan pantomim oleh siswa SDN 116 Pekanbaru, serta teatrikal puisi yang membakar semangat kebangsaan.

Tak hanya dari peserta, para pejabat kepolisian pun turut mengambil bagian dalam pembacaan puisi. Dir Binmas Polda Riau, Kombes Pol Eko Budhi Purwono, dan Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, masing-masing menyampaikan puisi yang sarat makna dan menggugah rasa.

Dalam sambutannya, Irjen Pol Herr menekankan bahwa lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi bentuk pendekatan budaya yang menyentuh sisi emosional masyarakat, khususnya generasi muda.


"Puisi adalah jembatan rasa. Melalui puisi, kita bisa menyuarakan harapan, kritik, dan cinta kepada negeri ini. Kami ingin momentum HUT RI ke-80 ini tak hanya dirayakan dengan seremoni, tapi juga dengan karya dan ekspresi budaya," ujar Kapolda dengan penuh semangat, Sabtu, 16 Agustus 2025.

Malam inspiratif itu ditutup dengan pengumuman enam kategori pemenang terbaik. Mereka yang berhasil mencuri perhatian juri adalah:

  • Kategori Cipta dan Baca Puisi Terbaik didapat oleh Vany Agustin - SMAN 1 Sungai Apit

  • Cipta Puisi Terbaik diperoleh oleh Azizah Sania Putri - SMAN 3 Pekanbaru

  • Baca Puisi Terbaik didapatkan oleh Dafin Awangga Putra - SMAN 5 Pekanbaru

  • Cipta Puisi Kategori Lingkungan Terbaik: Bayu Saputra - SMAN 1 Pangkalan Kuras

  • Cipta Puisi Kategori Budaya Terbaik: Raditia Gadistivani - SMA S Al Huda Pekanbaru 

  • Favorit Like dan Instagram didapatkan oleh Berti Boru Sibarani dari Rokan Hulu

Para pemenang menerima piala, piagam penghargaan, dan hadiah uang tunai yang diserahkan langsung oleh Gubernur Riau Abdul Wahid, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, dan Wakapolda Brigjen Pol Jossy Kusumo, serta para pejabat utama Polda Riau lainnya.

Dalam sambutannya, Gubernur Riau Abdul Wahid turut mengapresiasi kegiatan ini dan berharap agar inisiatif semacam ini terus digalakkan.

"Ini adalah contoh bahwa menjaga semangat kebangsaan tidak selalu harus dengan barikade atau senjata, tapi bisa lewat kata-kata yang merasuk ke dalam hati rakyat," jelasnya.

Tak hanya soal seni dan sastra, acara ini juga dirangkaikan dengan kegiatan Gerakan Pangan Murah sebagai bagian dari upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP). 

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Polda Riau dan Perum Bulog Kanwil Riau-Kepri yang disambut antusias oleh masyarakat sekitar.