RIAU ONLINE, PEKANBARU – Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Riau mendapat supervisi teknis dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri, Kamis, 7 Agustus 2025. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas layanan forensik sebagai pilar utama Scientific Crime Investigation (SCI) atau penyidikan berbasis ilmiah dan pengungkit utama penyidikan.
Tim supervisi dipimpin AKBP Harold Wilson Huwae disambut Kabid Labfor Polda Riau AKBP Ungkap Siahaan. Kegiatan berlangsung di Aula Bidlabfor Polda Riau dan diikuti perwakilan sejumlah satuan kerja, seperti Biro SDM (Bagian Psikologi), Ditreskrimum, Ditreskrimsus, Ditresnarkoba, Ditpolairud, Bidokkes, Satlantas, dan SPKT Polda Riau.
Dalam sambutannya, AKBP Harold menekankan pentingnya implementasi Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara (TPTKP) berbasis SCI di setiap proses penyidikan.
"Supervisi ini kami lakukan untuk memastikan standar forensik nasional terimplementasi dengan baik di wilayah, sekaligus memperkuat sinergi antara penyidik dan Laboratorium Forensik Polda Riau," ujarnya.
Supervisi ini mencakup evaluasi kinerja pelayanan, penguatan kolaborasi dengan penyidik, keterlibatan langsung dalam TPTKP, transparansi proses forensik, hingga kaderisasi anggota forensik. Selain itu, tim juga membahas kemampuan adaptasi terhadap tren kejahatan modern dan optimalisasi penerapan SCI untuk mendukung objektivitas bukti.
Selama kegiatan, tim supervisi juga mengidentifikasi sejumlah kendala teknis di lapangan.
"Kami menemukan beberapa kendala teknis di lapangan yang memerlukan solusi segera, terutama terkait alat pendukung forensik, Waktu pelaksanaan olah TKP serta pemeriksaan Barang bukti dan koordinasi siapa yang paling awal turun ke Tempat Kejadian Perkara. Dilakukan secara terpisah antara bidlabfor, biddokes, inafis maupun penyidik,” katanya.
Harold menekankan perlunya penunjukan manajer atau pamapta dalam pelaksanaan olah TKP untuk menghindari kesalahan teknis, dengan instruksi sebelum dan konsolidasi setelah olah TKP.
Sebagai tindak lanjut, Puslabfor Bareskrim akan menyusun rekomendasi khusus untuk Polda Riau, meliputi pelatihan dan sertifikasi untuk meningkatkan kapasitas SDM, pengadaan alat forensik portabel, penambahan alat khusus di tiap subbidang, serta penyempurnaan koordinasi antara
Kabid Labfor Polda Riau AKBP Ungkap Siahaan menyambut baik hasil supervisi ini.
"Kami berkomitmen untuk segera mengimplementasikan dan membreakdown rekomendasi dari tim Puslabfor guna meningkatkan kualitas layanan forensik kami," ujarnya.
Supervisi ini menjadi langkah nyata Polri dalam mewujudkan penyidikan modern berbasis bukti ilmiah, sekaligus memperkuat sinergi antara pusat dan daerah demi penegakan hukum yang akuntabel.

