RIAU ONLINE, PEKANBARU - Seorang pria asal Kisaran, Sumatera Utara (Sumut), Alex Srijaya, dengan lantang dan penuh keyakinan mengucapkan dua kalimat syahadat di hadapan sejumlah jamaah Masjid Raya An Nur Pekanbaru, Jumat, 1 Agustus 2025.
Prosesi pengislaman dipandu langsung oleh pengurus Mualaf Center An Nur Ustaz Rubianto.
Alex yang datang seorang diri, menunjukkan kesungguhan dan keteguhan hati dalam langkah spiritualnya.
“Saya bersyahadat dengan kesadaran penuh, tanpa ada paksaan atau tekanan dari siapa pun. Ini keputusan yang lahir dari hati dan pencarian panjang,” ujar Alex.
Pria yang sehari-hari bekerja sebagai pegawai swasta ini mengaku bahwa ketertarikannya pada Islam sudah tumbuh sejak lama. Bahkan sejak kecil, ia sering penasaran saat melihat teman-temannya yang Muslim menjalankan ibadah.
"Dulu saya sering melihat teman-teman salat, berdoa, berbuka puasa bersama. Ada rasa tenang yang saya rasakan saat menyaksikan itu semua. Sejak saat itu, saya mulai bertanya-tanya, apa sebenarnya yang membuat mereka begitu damai?" terangnya.
Ketertarikan tersebut makin tumbuh seiring perjalanan hidupnya. Ia mulai membaca dan mempelajari Islam secara perlahan melalui internet, buku, dan pertemuan dengan beberapa teman Muslim, dalam kajian.
"Saya tidak langsung percaya begitu saja. Tapi semakin saya pelajari, semakin saya merasa bahwa ini adalah jalan hidup yang saya cari selama ini. Islam itu logis, lengkap, dan membawa ketenangan batin," jelasnya.
"Asyhadu alla ilaaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan rasulullah," ujarnya mengikuti ucapan Rubianto.
Suara lantang itu langsung disambut dengan takbir dan pelukan dari para jamaah. Tangis haru pun tak terbendung, baik dari Alex sendiri maupun sebagian jamaah yang menyaksikan.
Dalam pesan singkatnya setelah prosesi, Ustaz Rubianto mengingatkan bahwa dalam Islam, tidak ada paksaan untuk memeluk agama. Ia merujuk pada Surat Al-Baqarah ayat 256 yang berbunyi, “Laa ikraaha fid-diin” – tidak ada paksaan dalam beragama.
Ustaz Rubianto juga mengingatkan agar Alex tetap menjaga hubungan baik dengan keluarganya, meskipun kini telah berbeda keyakinan.
"Hormati orang tua, tetap patuh pada mereka selama tidak diminta menyekutukan Allah. Jangan pernah memutus silaturahmi," pesan Rubi.
Sebagai mualaf, Alex juga diingatkan agar segera memulai belajar dasar-dasar Islam, terutama kewajiban shalat lima waktu.
"Salat itu tiang agama. Jangan tinggalkan. Mulailah dari hal-hal sederhana seperti menghafal surat pendek, belajar wudhu, dan memahami makna ibadah. Perlahan-lahan, insya Allah hati akan semakin mantap,” pungkasnya.
Usai proses syahadat, Alex juga mendapatkan bingkisan dari Mualaf Center An Nur Pekanbaru berupa perlengkapan salat lengkap.

