Karhutla Riau Mereda, Kemenhut: Manggala Agni Masih Berjibaku di 8 Lokasi

Konpres-Karhutla1.jpg
Konferensi Pers Situasi Karhutla di Riau, Sabtu 26 Juli 2025. (DEFRI CANDRA/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Direktur Jenderal (Dirjen) Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Rehabilitasi Hutan Kementerian Kehutanan (Kemenhut), Dyah Murtiningsih, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kerja cepat dan kolaboratif semua pihak dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sempat melanda wilayah Riau dan sekitarnya. 

Dyah menyatakan bahwa kondisi asap yang sempat menyelimuti beberapa wilayah kini sudah jauh berkurang, bahkan di beberapa titik telah hilang sama sekali.

"Kami dari Kementerian Kehutanan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas respon cepat dan kolaboratif dari seluruh pihak, mulai dari jajaran Kementerian Kehutanan, masyarakat peduli api, para relawan, hingga mitra kerja di lapangan," ujar Dyah Murtiningsih, Sabtu, 26 Juli 2025.

Menurut Dyah, hasil pantauan terkini menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Berdasarkan data hotspot yang disampaikan oleh Gubernur Riau.

Pantauan sistem SiPongi milik Kementerian Kehutanan, terdapat 14 titik panas (hotspot) yang terdeteksi, namun setelah dilakukan pengecekan lebih lanjut, hanya 10 titik yang masuk kategori medium, dan tidak semua merupakan titik api aktif.

"Empat dari 14 titik yang terdeteksi ternyata bukan titik api setelah kami cek di lapangan. Sisanya, 10 titik api kategori medium masih dalam proses pengecekan langsung. Namun biasanya kategori medium ini tidak berkembang menjadi kebakaran besar," jelasnya.

Dalam upaya pengendalian karhutla, Kementerian Kehutanan telah mengerahkan Tim Gabungan Manggala Agni ke beberapa titik rawan kebakaran. 

Tim yang bertugas di wilayah Rokan Hilir terdiri dari 118 personel dan berasal dari beberapa pos, yaitu dua pos dari Riau, satu dari Jambi, dan satu dari Sumatera Selatan.

"Tadi sudah dilakukan operasi modifikasi cuaca (OMC), dan berdasarkan pemantauan kami, hujan turun di sejumlah daerah seperti Rohil, Dumai, Siak, dan Pekanbaru, dengan intensitas sedang hingga tinggi," tambah Dyah.


Dyah juga mengungkapkan bahwa hingga hari ini, tim Manggala Agni masih aktif memastikan padamnya titik-titik api di delapan lokasi. Lokasi tersebut mencakup:

1. Desa Kesuma, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan

2. Desa Bayas Jaya, Kecamatan Kempas Jaya, Kabupaten Indragiri Hilir

3. Desa Bangko Bakti, Kecamatan Bangko Pusako, Kabupaten Rokan Hilir

4. Desa Rantau Panjang Kiri, Kecamatan Tugu Babussalam, Kabupaten Rokan Hilir

5. Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar

6. Desa Jambai Makmur, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak

7. Desa Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar

8. Kelurahan Bagan Keladi, Kota Dumai

Lebih lanjut, Dyah menyampaikan bahwa kementeriannya terus memperbaiki tata kelola pengendalian kebakaran hutan, termasuk dalam hal pengawasan perizinan usaha pemanfaatan hutan. Langkah ini dianggap penting untuk mencegah terulangnya karhutla di masa mendatang.

"Kami terus berproses memperbaiki tata kelola dan pengawasan, termasuk perizinan di wilayah hutan. Dukungan dari Pak Gubernur dan Kapolda sangat kami apresiasi. Dengan kerja sama yang erat dan tata kelola yang baik, kami optimistis ke depan kebakaran hutan bisa ditekan secara signifikan," tutur Dyah.

Dyah optimisme bahwa ke depan penanganan karhutla akan semakin baik. 

"Kolaborasi dan kerja bersama adalah kunci. Dengan semangat itu, kami yakin kebakaran hutan dapat diminimalkan secara maksimal,” pungkasnya.