Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, Pemko Pertimbangkan Libur Sekolah

Kabut-asap-di-pekanbaru2.jpg
Kabut asap cukup pekat di Jalan Lintas Sumatera, Pekanbaru, Senin, 30 Juni 2025. (DEFRI CANDRA/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU – Asap dampak dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menyelimuti Kota Pekanbaru dalam beberapa hari terakhir. Kualitas udara yang menurun mulai mengancam kesehatan masyarakat, termasuk para peserta didik.

Namun hingga saat ini, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru belum mengambil keputusan terkait kemungkinan libur sekolah.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho menyampaikan pihaknya masih menunggu hasil evaluasi terbaru dari instansi terkait mengenai kondisi udara di Pekanbaru.

“Rencana kami nanti siang akan rapat. Kita tidak bisa bergegas memutuskan kebijakan, harus berdasarkan data dan kondisi riil di lapangan,” kata Agung 23 Juli 2025.

Menurutnya, kualitas udara di Pekanbaru saat ini masih berada dalam kategori aman. Terlebih, hujan sempat mengguyur wilayah kota sehingga diharapkan dapat mengurangi konsentrasi partikel asap di udara.


“Kalau kita lihat pagi ini, kondisinya masih stabil. Mudah-mudahan ke depan lebih baik lagi. Kemarin juga sudah turun hujan,” ujarnya.

Mengenai kewajiban penggunaan masker bagi peserta didik, Agung mengatakan belum ada kebijakan khusus yang diterbitkan. Pihaknya masih menunggu penilaian teknis dari instansi yang berwenang terhadap kualitas udara dan potensi risiko gangguan kesehatan.

“Kita tunggu dulu penilaian udara ini, apakah sudah wajib pakai masker atau belum, karena ini kan menyangkut ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas),” jelasnya.

Ia juga menambahkan, hasil rapat yang akan digelar hari ini akan menjadi dasar untuk menentukan regulasi proses belajar mengajar di tengah ancaman kabut asap. Jika diperlukan, Pemko akan mengeluarkan surat edaran untuk menyesuaikan aktivitas belajar-mengajar sesuai kondisi terkini.

“Nanti dari hasil rapat kita akan tahu apakah perlu ada edaran atau tidak. Yang pasti, keselamatan dan kesehatan anak-anak kita menjadi prioritas,” pungkas Agung.