RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatera masih menjadi perhatian serius. Berdasarkan pemantauan terbaru pada 20 Juli 2025 pukul 16.00 WIB, tercatat sebanyak 628 titik panas (hotspot) tersebar di sejumlah provinsi di Pulau Sumatera.
Provinsi Riau kembali menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni sebanyak 392 titik.
Sementara provinsi lain yang turut terdampak antara lain: Sumatera Utara (198 titik), Sumatera Barat (18), Sumatera Selatan (11), Jambi (5), Kepulauan Riau (2), Bangka Belitung (1), dan Lampung (1).
“Sebaran titik panas di Riau menunjukkan Kabupaten Rokan Hilir sebagai daerah dengan jumlah hotspot tertinggi, yaitu 216 titik, disusul Kabupaten Rokan Hulu sebanyak 104 titik,” jelas Prakirawan BMKG Pekanbaru, Yudhistira, Minggu, 20 Juli 2025.
“Kemudian Kota Dumai 17 titik, Kabupaten Kampar 14 titik, Kabupaten Pelalawan 15 titik, Kabupaten Siak 16 titik, Kabupaten Bengkalis 8 titik, serta masing-masing 1 titik di Kabupaten Kepulauan Meranti dan Kabupaten Kuantan Singingi,” imbuhnya.
Kondisi jarak pandang (visibility) pada pukul 16.00 WIB dilaporkan masih dalam batas normal dengan catatan: Pekanbaru 10 km, Rengat 9 km, Pelalawan 10 km, dan Tambang 10 km.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi penurunan kualitas udara serta penyebaran asap, mengingat titik panas masih terus terpantau aktif di sejumlah wilayah.

