Dikha Jadi Duta Pariwisata, Atlet PON Kritik Bonus yang Tak Kunjung Cair

Gubri-Abdul-Wahid-dan-Rayyan-Arkan-Dikha-memperlihatkan-tarian-Pacu-Jalur.jpg
Gubri Abdul Wahid dan Rayyan Arkan Dikha memperlihatkan tarian Pacu Jalur yang digelar di halaman Kantor Gubernur Riau. (Istimewa)

RIAU ONLINE, PEKANBARU — Gubernur Riau, Abdul Wahid menetapkan Rayyan Arkan Dikha sebagai Duta Pariwisata Riau. Bocah 11 tahun asal Kabupaten Kuantan Singingi ini viral di media sosial berkat aksi tarian uniknya di ujung perahu Pacu Jalur, yang dikenal luas dengan istilah "Aura Farming".

Penetapan Rayyan sebagai duta pariwisata diumumkan bersamaan dengan pemberian beasiswa pendidikan senilai Rp20 juta. Kebijakan ini disebut sebagai bentuk apresiasi Pemerintah Provinsi Riau terhadap kreativitas anak muda yang mampu membawa budaya lokal ke panggung internasional.

Namun keputusan ini tak sepenuhnya mendapat sambutan positif. Sejumlah atlet Riau yang telah mengharumkan nama daerah dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 di Aceh-Sumut justru merasa kecewa dan tersinggung.

Pasalnya, hingga kini bonus yang dijanjikan Pemprov Riau bagi atlet peraih medali belum juga diberikan.


“Belum ada (kabar bonus) sama sekali, mungkin sudah pada lupa,” ungkap Agung Suci Tantiyo Akbar, atlet senam Riau peraih 3 medali emas dan 1 perak di PON 2024, Jumat, 11 Juli 2025.

Sebelumnya atlet Riau dijanjikan bakal diguyur bonus Rp 300 juta untuk emas, Rp 150 juta untuk perak, dan Rp 75 juta untuk perunggu.

Agung yang kini tengah menjalani pemusatan latihan nasional (Pelatnas) untuk persiapan Olimpiade Jepang dan Korea, mengaku heran dengan sikap pemerintah daerah yang terkesan pilih kasih.

“Mungkin kami juga harus viral dulu,” sindir Agung.

Ia menambahkan dirinya mendapat tawaran dari beberapa provinsi lain yang tertarik untuk merekrutnya sebagai atlet. Namun hingga kini, ia belum mengambil keputusan karena masih menyimpan kecintaan pada Riau.

“Saya belum mau menseriuskan, karena masih jalani Pelatnas dulu,” tutupnya.