Polda Riau, Unilak dan PLN Kolaborasi Hijaukan Kampus demi Masa Depan Lebih Sejuk

Kapolda-di-Unilak2.jpg
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan saat kegiatan penanaman pohon di kawasan kampus, Senin 7 Juli 2025. (DEFRI CANDRA/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan dan membangun kesadaran ekologis di kalangan generasi muda, Universitas Lancang Kuning (Unilak) menggelar kegiatan penanaman pohon di kawasan kampus.

Kegiatan bertajuk Green Action Penanaman Pohon ini merupakan hasil kolaborasi antara PT PLN (Persero), Polda Riau, dan Unilak.

Rektor Unilak, Dr. Junaidi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya tentang menanam pohon, tetapi merupakan bentuk komitmen moral dan sosial untuk menjaga keseimbangan alam dan mengajak semua pihak untuk tidak merusak lingkungan.

"Kita akan melakukan penanaman pohon di Unilak, ini kerja sama kita bersama PLN dan Polda Riau. Ini bukan sekadar menanam, tapi komitmen kita menjaga lingkungan. Mari kita dukung upaya Kapolda untuk menyelamatkan Tesso Nilo," ujar Junaidi, Senin, 7 Juli 2025.

Pria berkacamata itu juga menyoroti pentingnya kawasan kampus yang rindang sebagai habitat alami makhluk hidup, termasuk satwa liar seperti monyet yang hidup berdampingan dengan mahasiswa tanpa mengganggu.

"Kami butuh dukungan semua pihak agar kampus kami tetap hijau. Di lahan seluas 5,9 hektare ini, terdapat pohon-pohon langka yang kami pelihara agar tetap hidup dan lestari," tegasnya.

Sementara itu, General Manager PT PLN UIB3P Riau, Amiruddin, menyampaikan apresiasinya atas peran Unilak dalam mendorong gerakan penghijauan, bahkan menyebut Rektor Unilak sebagai “pejuang penghijauan”.

"Luar biasa puisi Pak Rektor Junaidi. Saat audiensi, kami juga mengundang Kapolda untuk memberikan arahan. Kita ingin kegiatan ini bukan hanya simbolik, tetapi juga sebagai wujud nyata dari dukungan penghijauan lingkungan," singkat Amiruddin.


Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, juga menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya kesadaran kolektif terhadap lingkungan. 

Irjen Herry bahkan sempat berpantun dan membacakan puisi sebagai bentuk keikutsertaan dan rasa bangganya terhadap kegiatan ini.

"Hormon dopamin itu meningkat kalau kita bahagia melihat alam yang hijau, apalagi mendengar puisi Rektor. Hormon ini berkaitan dengan kesehatan. Kalau hati kita senang, insya Allah jiwa dan tubuh kita juga sehat,” kata Kapolda yang disambut tepuk tangan meriah dari para Mahasiswa Unilak.

Irjen Herry pun mengajak generasi muda untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan kebangsaan. 

Jenderal bintang dua itu menyinggung sejarah kelam Riau sebagai daerah penghasil asap, dan pentingnya mengubah stigma itu dengan aksi nyata.

"Riau dulu dikenal sebagai penghasil asap, kita tidak ingin kembali ke 2014 atau 2016. Anak-anak balita saat itu mengalami ISPA. Maka dari itu, kita harus merubah kebiasaan buruk menjadi karakter baik," katanya.

Menurutnya, menanam pohon bukan sekedar kegiatan simbolis, tetapi bentuk harapan dan kepedulian akan keberlanjutan hidup.

Lebih jauh, ia menyampaikan filosofi mendalam tentang pohon sebagai simbol kehidupan dan keteguhan hati. Ia menjelaskan satu batang pohon yang ditanam bisa menghasilkan oksigen, memberikan keteduhan, menjaga ekosistem, dan dari pohon kita belajar keikhlasan untuk memberi.

"Akar yang kuat membuat pohon teguh, daun yang lebat memberi perlindungan, batangnya menjadi tempat bersandar – seperti halnya kalian, mahasiswa, kelak akan menjadi tempat masyarakat bersandar," tutupnya penuh semangat.

Di akhir acara, Kapolda juga menyampaikan keinginannya untuk diundang kembali ke kampus Unilak guna memberikan pemahaman holistik mengenai pentingnya membangun kesadaran lingkungan dan karakter moral di kalangan mahasiswa.