Irving-Sugianto Janji Prioritaskan Tenaga Kerja Tempatan di Perusahaan

Irving-kampanye-di-kandis-siak.jpg
Cabup-Cawabup Siak nomor urut satu, Irving-Sugianto kampanye dialogis di Longhouse pondok 3 Jambai Makmur, Kandis, Siak. (HENDRA DEDAFTA/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, SIAK - Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati (Cabup-Cawabup) Siak nomor urut 1, Irving Kahar-Sugianto, berjanji akan mengupayakan perusahaan mempekerjakan warga tempatan sebagai karyawan.

Jika terpilih di Pilkada 2024, Irving-Sugianto, akan meminta semua perusahaan supaya mengutamakan warga tempatan bekerja sebagai karyawan. 

Hal itu disampaikan Irving-Sugianto menanggapi keluhan warga saat kampanye dialogis di Longhouse Pondok 3 Jambai Makmur, Kandis, Kabupaten Siak, Selasa 8 Oktober 2024.

Irving dan Sugianto (ISO) disambut masyarakat di lokasi. Dalam kesempatan itu seorang warga mengeluhkan ketenagakerjaan warga setempat yang saat ini masih menjadi masalah. 

"Saya menyampaikan permasalahan warga di sini terkait pekerja dan karyawan. Kita punya legalitas KTP Siak, tapi banyak di sini yang pegawai kontrak dengan waktu tertentu (PKWT), sudah lima tahun tidak bisa juga jadi karyawan," kata warga, Iriandi. 

Selain itu, Iriandi ingin agar anak-anak setempat bisa menjadi karyawan perusahaan yang beroperasi di daerah tempat tinggalnya.


"Jika paslon ISO bisa mewujudkan itu, kami meyakinkan bahwa sebanyak tiga tempat pemungutan suara atau 1.000 lebih suara di sini memilih ISO," imbuhnya. 

Menjawab permasalahan itu, Cawabup Siak, Sugianto mengatakan banyak perusahaan yang demikian tidak paham Undang-Undang Cipta Kerja secara utuh. Maka dari itu pihaknya akan mendata masing-masing perusahaan dan desa. 

"Ini tidak adil soal masyarakat yang ada di perusahaan, nanti PKWT kita data kemudian kita bedah dengan perusahaan supaya PKWT ini jadi karyawan. Kita adu argumentasi sebaik mungkin menjamin legalitas pekerja dari haknya," sebutnya. 

Lebih lanjut ia mengatakan sangat memahami permasalahan seperti ini. Sebab dirinya sering menangani hal yang sama semasa jadi anggota DPRD Riau dan berhubungan langsung dengan Menteri Tenaga Kerja yang juga berasal dari PKB.

"Kalau perlu kita minta Direktorat Jenderal Kemenaker turun ke Kabupaten Siak, karena dari dulu menterinya dari PKB. Ini juga urusan saya di DPRD Riau menangani hal seperti ini, kita minta dirjen turun langsung menangani masalah seperti ini dan sudah banyak yang saya selesaikan," ungkapnya.

Sementara itu, Irving menyampaikan akan membuat porsi anggaran pendapatan dan belanja daerah Kabupaten Siak yang adil. Saat ini APBD Siak 60 persen untuk pegawai dan kegiatan lainnya, sedangkan untuk pembangunan hanya 40 persen. 

"Ini sangat tidak bagus untuk pembangunan, yang paling bagus 40 gaji pegawai dan 60 persen untuk pembangunan supaya APBD itu sampai ke masyarakat," sebutnya.