Laporan: Afifah Zahrah Zabaldi
RIAU ONLINE, PEKANBARU - Air tanah kerap dijadikan solusi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk untuk konsumsi. Terutama bagi daerah-daerah yang dilanda kemarau panjang hingga membuat aliran sungainya berhenti.
Di Kota Pekanbaru, pemerintah kota tengah menggesa penyediaan fasilitas air bersih untuk masyarakat Kota Bertuah. Pasalnya, air tanah di ibu kota Provinsi Riau dianggap sudah tidak layak konsumsi.
Meski dianggap sebagai sumber air alami dan bersih dibandingkan air keran, air tanah tetap berisiko untuk kesehatan.
Ada beberapa bahaya yang mungkin muncul akibat mengonsumsi air tanah, di antaranya sebagai berikut:
1. Kontaminasi Bakteri dan Virus
Air tanah yang tidak teruji dapat mengandung patogen.Patogen adalah mikroorganisme atau organisme yang dapat menyebabkan penyakit pada organisme lain, termasuk manusia.
Patogen juga dikenal sebagai mikroorganisme parasit dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti diare, kolera, dan tifus. Kontaminasi ini sering terjadi akibat limbah manusia atau hewan yang meresap ke dalam tanah
2. Zat Kimia Berlebih
Air Tanah juga dapat mengandung zat kimia berlebih, seperti logam berat (timah, arsenik, kadmium) dan pestisida yang berasal dari aktivitas industri, pertanian, dan pembuangan limbah yang tidak tepat.
3. Kandungan Mineral
Meski mineral seperti kalsium dan magnesium penting untuk kesehatan tubuh, kadar yang berlebih menjadi penyebab masalah seperti gangguan pencernaan dan masalah kesehatan lainnya. Kandungan mineral berlebih dapat mengakibatkan kerusakan pada peralatan rumah tangga, seperti pipa dan pemanas air.
4. Kualitas yang Berubah-ubah
Kualitas air tanah dapat berubah-ubah tergantung pada musim, aktivitas manusia, dan faktor lingkungan lainnya. Pada musim hujan, air tanah bisa terkontaminasi oleh air hujan yang membawa polutan dari permukaan.
Sebaliknya, saat kemarau, kadar mineral dalam air bisa meningkat karena penguapan. Tanpa pengujian yang rutin, sangat sulit untuk mengetahui kualitas air tanah pada waktu tertentu.
Dalam menghadapi risiko yang terkait dengan konsumsi air tanah, kesadaran dan tindakan preventif sangatlah penting. Meskipun air tanah bisa menjadi sumber yang bermanfaat, kesehatan harus selalu diprioritaskan dengan air yang dikonsumsi aman dan bersih.
Satu di antaranya dengan melakukan pengujian air secara berkala dan gunakan sistem filtrasi untuk membantu mengurangi risiko kontaminasi.

