Harga Cabai Merah di Pekanbaru Makin Pedas Jelang Nataru

Pedagang-cabai-pasar-agus-salim.jpg
(RAHMADI DWI PUTRA/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU-Sejumlah komoditi bahan pangan diprediksi mengalami peningkatan harga jelang natal dan tahun baru 2024. Satu komoditi yang menjadi perhatian yakni cabai merah karena harganya masih tinggi hingga saat ini.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru mendata, harga cabai merah Bukittinggi menyentuh Rp 85 ribu per kilogram. Harga ini meningkat dari sebelumnya di harga Rp 70 ribu per kilogram.

 

Kepala Disperindag Kota Pekanbaru Zulhelmi Arifin tak menampik cabai merah harganya masih cukup tinggi. Meski begitu, pihaknya memastikan ketersediaan sejumlah komoditi ini mencukupi hingga tahun depan.

 

"Untuk komoditas hortikultura ini kan memang kita bukan daerah penghasil, kita masih bergantung pasokan dari beberapa wilayah. Seperti Sumatra Barat, Medan, dan Aceh," ungkapnya, Selasa 5 November 2023.

 

Ia menyebut bahwa pemerintah kota terus melakukan pemantauan harga sembako. Tim dari Disperindag rutin melakukan pemantauan jelang natal dan tahun baru 2024.



 

Dari pantauan yang dilakukan di sejumlah pasar tradisional, dirinya mengklaim harga bahan pokok hingga saat ini masih cenderung stabil menjelang natal dan tahun baru.

 

"Kalau pantauan harga sampai saat ini (harga sembako) masih terjangkau, cukup stabil," ujarnya.

 

Ia menuturkan, pemantauan ini dilakukan di Pasar Cik Puan Jalan Tuanku Tambusai. Mereka mendata sejumlah harga komoditi yang masih cenderung stabil.

 

Harga cabai rawit Bukittinggi Rp 66 ribu, bawang merah Rp 30 ribu, bawang putih Rp 33 ribu. Daging ayam ras Rp 25 ribu per kilogram, daging sapi masih di harga Rp 140 ribu, dan telur ayam Rp 50 ribu per papan.

 

Zulhelmi memastikan pihaknya tetap melakukan pemantauan harga. Dia berharap agar tidak terjadi lonjakan harga sejumlah komoditi menjelang natal dan tahun baru.

 

Sejumlah upaya dilakukan untuk menekan agar tidak terjadi lonjakan harga. Salah satunya dilakukan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dilakukan pihaknya bersama Dinas Ketahanan Pangan.