Jangan Mau Jadi Korban Hoax, Pastikan Informasi yang Kamu Terima Benar

ROL-Goes-to-Campus2.jpg
Kepala Biro suara.com Riau, Eko Faizin memberikan materi tentang berita hoax di kegiatan riauonline.co.id Goes to Campus /Riau online/Sofiah (Riau online/Sofiah)

RIAU ONLINE, PEKANBARU-Di zaman yang serba canggih ini, digital sangat berpengaruh dalam kehidupan manusia. Melalui gawai pintar nya itu, arus deras informasi pun tak dapat dibendung.

Semua orang berlomba-lomba mendapat informasi yang up to date, hangat, dan terbaru. Acap kali, informasi yang berhembus itu ditelan mentah-mentah dan kurang memperhatikan sumber artikel itu berasal. Sehingga, salah sedikit bisa menjadi korban hoax.

 

Pada kesempatan ini, riauonline.co.id Goes to Campus mendatangkan pemateri yang membahas misinformasi, disinformasi, dan malinformasi yakni Kepala Biro suara.com Riau, Eko Faizin.

 

Dalam pemaparannya di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Riau (Fikom UIR) Selasa, 6 Mei 2023, Eko kepada para mahasiswa menyebut agar hati-hati dengan informasi yang salah, apalagi saat ini sudah memasuki tahun politik. 

 


Untuk diketahui misinformasi yakni informasinya salah, tapi orang yang menyebarkannya percaya bahwa informasi itu benar. Penyebaran informasi dilakukan untuk tujuan baik alias tak ada tendensi untuk membahayakan orang lain.

 

Disinformasi itu sendiri berbeda dengan misinformasi, dalam disinformasi si penyebar informasi tahu kalau informasinya memang salah. Namun sengaja disebarkan untuk menipu, mengancam, bahkan membahayakan pihak lain.

 

Terakhir, malinformasi berarti informasinya sebetulnya benar. Sayangnya, informasi itu digunakan untuk mengancam keberadaan seseorang atau sekelompok orang dengan identitas tertentu. Malinformasi bisa dikategorikan ke dalam hasutan kebencian.

 

"Hal ini bisa berimbas ke hoax. Langkah verifikasi tangkal hoax bisa langsung ke mesin pencarian google dan mesin pencarian khusus. Kemudian, langkah verifikasi media daring yang meragukan dengan cara ketik judul dan nama media (who is/tentang kami, dan lainnya)," terangnya.

Ia pun menjelaskan cara terbaik untuk mencari kebenaran informasi. Ada lima hal sebut Eko yakni mencari penulis, mencari informasi atau penerbit, mencari kapan informasi itu diterbitkan, mencari bukti, dan mencari sumber lain.