Jika Hari Ini Tak Ditemukan, Pencarian 2 Korban Kapal Lost Kontak Dihentikan

Basarnas8.jpg
(DEFRI CANDRA/RIAUONLINE)


RIAUONLINE, PEKANBARU - Tim gabungan Badan Pencarian Nasional (Basarnas) kembali melanjutkan pencarian dua korban kapal pompong yang lost kontak di Perairan Desa Sungai Niur, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti, Jumat, 13 Mei 2022 lalu.

Memasuki hari ketujuh, tim gabungan melakukan pencarian kepada kedua korban Basri (40) dan Lego (30) dengan radius 8 Kilometer dari Last Know Position (LKP).

"Ini adalah hari ke tujuh kita melakukan pencarian kepada kedua korban. Jika masih tidak ditemukan, operasi pencarian kita tutup," ujar Kepala Kantor SAR Pekanbaru, Ishak, Kamis, 19 Mei 2022.

Ishak menjelaskan penghentian pencarian kedua korban memang SOP dari tim Gabungan, namun jika tim menemukan tanda-tanda korban maka Tim SAR akan melakukan evakuasi.

"Jika ada tanda-tanda ditemukan, maka tim SAR gabungan akan melakukan evakuasi pada hari itu juga," pungkasnya.

Sebelumnya diketahui, Sebuah Kapal pengangkut barang dikabarkan Lost Kontak di Perairan Desa Sungai Niur, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti, Jumat, 13 Mei 2022.


Dua orang yang ada di atas kapal tersebut juga dinyatakan hilang dan tidak ditemukan hingga saat ini. Dua orang tersebut diketahui beridentitas Basri (40) dan Lego (30).

Kepala Kantor SAR Pekanbaru, Ishak mengatakan info hilangnya Kapal ini berawal dari anggota Polairud Kepulauan Meranti, Alan Kwipomo bahwa pada 12 Mei 2022 sekitar Pukul 19.00 WIB.

 

 

"Pada 12 Mei 2022 Pukul 06.00 WIB, Basri dan Lego berangkat dari Pelabuhan Desa Sungai Niur menggunakan pompong dengan muatan besi tua sebanyak 1 ton menuju pelabuhan Dorak Kecamatan Tebing Tinggi, pada Pukul 09.00 WIB," ujar Ishak, Jumat, 13 Mei 2022.

Selanjutnya, adik korban juga melihat korban sedang menguras air yang masuk ke dalam pompongnya, setelah itu adik korban melanjutkan perjalanan pada Pukul 19.00 WIB.

"Adik korban mencoba menghubungi korban via HP (yang seharusnya tiba di Pelabuhan Dorak Tanggal 12 Mei 2022 Pukul 11.00 WIB, namun HP korban tidak aktif dan tidak ada berita keberadaanya," terang Ishak.

Pukul 22.30 WIB, adik korban melaporkan kejadian tersebut ke Polairud Kepulauan Meranti untuk meminta bantuan Pencarian.