RIAU ONLINE, PEKANBARU - Polda Riau telah mengidentifikasi sejumlah potensi kerawanan yang perlu diwaspadai menjelang Idulfitri.
Wakapolda Riau, Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusuma, memaparkan kerawanan yang perlu diwaspadai di antaranya stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan, permasalahan kelancaran dan keselamatan arus mudik dan arus balik, potensi bencana alam, gangguan kamtibmas, hingga ancaman tindak pidana terorisme.
Berdasarkan data dari Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau pada 2024, Brigjen Jossy menyebut tercatat 8 kasus kecelakaan lalu lintas kecelakaan lalu lintas dengan rincian 5 orang meninggal dunia, 7 orang luka berat, dan 7 orang luka ringan, serta kerugian materi sebesar Rp97.300.000.
"Oleh karena itu, untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas maka, Polri menggelar operasi ketupat lancang kuning 2025 selama 14 hari. Kegiatan tersebut dimulai sejak tanggal 26 Maret sampai dengan 8 April 2025," jelasnya dalam rapat koordinasi lintas sektoral operasi ketupat lancang kuning, di Gedung Balai Serindit, Komplek Kediaman Gubernur, Pekanbaru, Selasa, 25 Maret 2025.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Taufiq Oh yang turut hadir dalam rapat tersebut, menekankan pentingnya untuk memastikan kelancaran dan ketertiban selama Idulfitri.
"Momen ini juga membuat dampak besar terhadap mobilitas masyarakat dan permintaan barang dan jasa. Oleh karena itu, kita harus memastikan bahwa segala aspek yang berkaitan dengan kelancaran Idulfitri dapat berjalan dengan tertib dan terkendali." pungkasnya.