RIAU ONLINE, PEKANBARU - Keberadaan gelandangan dan pengemis atau gepeng di Kota Pekanbaru masih kerap terlihat. Para gepeng ini tidak cuma meminta-minta, namun ada yang menjadi badut, silver man, atau menjajakan tisu.
Gepeng mulai marak di Kota Pekanbaru jelang masuknya bulan Ramadan. Mereka kebanyakan berada di setiap persimpangan jalan protokol, untuk meminta belas kasih pengendara yang melintas.
Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru, Zulfahmi Adrian mengatakan, pihaknya bakal meningkatkan razia gepeng jelang Ramadan tahun ini. Mereka bakal mengantisipasi bertambahnya gepeng di bulan Ramadan.
"Kita lakukan razia gepeng jelang masuknya bulan Ramadan. Ini atensi kita jelang Ramadan," kata Zulfahmi Adrian, Kamis 27 Februari 2025.
Ia menyebut, personil Satpol PP bakal menyisir setiap persimpangan jalan yang rawan keberadaan gepeng. Selain persimpangan lampu merah, petugas juga menargetkan tempat fasilitas umum yang rawan keberadaan gepeng.
Mereka menjaring gepeng bersama Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pekanbaru. Gepeng yang terjaring nantinya akan dibawa ke selter Dinsos Pekanbaru.
Sementara bagi gepeng yang berasal dari luar daerah akan dipulangkan ke daerah asal masing-masing. Zulfahmi menyebut, juga akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru untuk pemulangan mereka.
"Karena kalau mau bulan puasa ini kebanyakan gepeng itu pendatang, dari luar daerah. Beberapa kali yang sudah kita lakukan, mereka yang pendatang kita koordinasi dengan Dinas Sosial mereka untuk pemulangan," jelasnya.
Masyarakat juga diimbau agar tidak menyalurkan sumbangan di jalanan. Ia berharap masyarakat dapat menyalurkan sedekah ke lembaga resmi yang ada seperti baznas ataupun lembaga resmi lainnya.