Sultan Siak Pendiri Kota Pekanbaru Marhum Pekan Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional

Sultan-Siak-Pendiri-Kota-Pekanbaru-Marhum-Pekan-Dianugerahi-Gelar-Pahlawan-Nasional.jpg
Sketsa wajah pendiri Pekanbaru, Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah, atau yang dikenal dengan nama Marhum Pekan. (Dok. Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Kota Pekanbaru)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Pendiri Kota Pekanbaru, Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah atau Marhum Pekan akan dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada Selasa, 10 November 2026 mendatang.

Usulan gelar Pahlawan Nasional terhadap Marhum Pekan telah diperjuangkan sejak 1988 dan dilanjutkan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho dijadwalkan menghadiri penganugerahan yang rencananya dilaksanakan bertepatan dengan Hari Pahlawan di Istana Negara, Jakarta. Agung akan hadir bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pekanbaru Sulastri Agung dan ahli waris Marhum Pekan.

“Alhamdulillah, mimpi yang telah lama diperjuangkan masyarakat akhirnya terwujud. Kita bangga pendiri Pekanbaru mendapat penghormatan sebagai Pahlawan Nasional,” tutur Agung. 


“Kebahagiaan ini milik masyarakat Pekanbaru, masyarakat Siak, dan seluruh Riau,” imbuhnya.

Agung menuturkan, penganugerahan ini menjadi momentum untuk mengenalkan kembali sejarah Pekanbaru dan kebudayaan Melayu kepada generasi muda. Menurut dia, sejarah kota tidak dapat dipisahkan dari peran Kesultanan Siak.

“Saya mencintai Pekanbaru beserta sejarah dan budaya Melayunya. Menjaga marwah Melayu adalah tanggung jawab yang saya pegang dalam memimpin kota ini. Pekanbaru adalah rumah kita bersama, dan kemajuan kota harus berjalan dengan budaya Melayu yang tetap hidup serta menjadi jati dirinya,” tuturnya.

Marhum Pekan merupakan Sultan Siak Sri Indrapura ke-V, putra Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah atau Marhum Bukit, Sultan Siak ke-IV. Ia melanjutkan pengembangan kawasan Senapelan yang dirintis ayahnya hingga berkembang menjadi pusat perdagangan dan cikal bakal Kota Pekanbaru.

Selain dikenal sebagai pendiri kota, Marhum Pekan juga dikenang karena perjuangannya melawan Belanda di Pulau Guntung. Pengembangan pekan atau pasar yang dilakukannya turut meletakkan dasar bagi pertumbuhan kawasan tersebut menjadi kota yang kini menjadi ibu kota Provinsi Riau.

Kontribusi Kesultanan Siak bagi Indonesia juga tercatat melalui Sultan Syarif Kasim II, Sultan Siak ke-XII. Pada awal kemerdekaan, ia mendukung Republik Indonesia dengan menyerahkan kekayaannya, termasuk sumbangan sebesar 13 juta gulden.