Survei Opini Rakyat: 52,6 Persen Bapak-Bapak Pekanbaru Tak Puas dengan SF Haryanto

Plt-Gubri-SF.jpg
Pelaksanaa Tugas (Plt) Gubernur Riau (Gubri), SF Hariyanto (Dok. Pemprov Riau)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Lembaga Survei Opini Rakyat mencoba memotret tingkat kepuasan (Satisfaction rating) warga Kota Pekanbaru terhadap kepemimpinan Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Riau SF Haryanto.  Survey dilaksanakan mulai 24 September sampai dengan 15 Oktober 2026.

Survey ini melibatkan 41 orang mahasiswa jurusan ilmu pemerintahan Universitas Riau sebagai pengumpul data. Sebanyak 410 orang warga Pekanbaru yang telah memiliki hak pilih dengan proporsi 205 laki-laki dan 205 perempuan telah diwawancara dalam survei ini. 

Metode pengambilan sampel adalah multistage random sampling di 15 kecamatan di Kota Pekanbaru. Sampling error 5 persen dan margin error 5 persen.

Ketua Lembaga Survei Opini Rakyat, Adlin, menyampaikan berdasarkan hasil survei, 49,1 persen responden menyatakan tidak puas dengan kepemimpinan SF Haryanto. Sementara yang menyatakan puas di angka 47,4 persen, dan tidak menjawab sebanyak 3,5 persen. 

“Selisih antara yang puas dengan tidak puas hanya 1,7 persen, masih di bawah margin error survei 5 persen. Ini artinya belum bisa dikatakan secara nyata mayoritas warga Pekanbaru tidak puas dengan kepemimpinan SF Haryanto,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin, 2 November 2026.


Jika dianalisa berdasarkan gender pemilih, Adlin menyebut mayoritas kalangan bapak-bapak tidak puas dengan kepemimpinan SF Haryanto dengan persentase 52,6 persen. Sedangkan 43,3 persen lainnya, pu  

“Kalangan bapak-bapak yang puas dengan kepemimpinan SF haryanto di angka 43,3 persen, sementara tidak menjawab di angka 4,1 persen,” urainya.

Sementara itu, di kalangan emak-emak, sebut Adlin, sebanyak  51,6 persen puas dengan kepemimpinan SF Haryanto. Ada 45,6 persen yang tidak puas, dan tidak menjawab di angka 2,8 persen. 

Dosen jurusan Ilmu Pemerintahan UNRI itu menjelaskan, hasil survei ini menunjukkan bahwa  warga Pekanbaru masih menghadapi beberapa masalah yang harus segera diselesaikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau. Di antaranya bencana asap, harga sembako yang tinggi, banyaknya jalan provinsi yang rusak, kelangkaan BBM, dan kekayaan alam Riau yang belum dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Menurut Adlin, tingkat kepuasan warga terhadap kepemimpinan SF Haryanto dapat berubah menjadi meningkat ketika permasalahan yang dirasakan masyarakat diselesaikan dengan baik sehingga memuaskan warga. 

“Namun apabila aspirasi warga diabaikan dengan tidak ada perbaikan kebijakan, tentu tingkat kepuasan akan semakin menurun,” tutupnya.